Komdigi Diduga Hapus Konten soal Karhutla, Warganet Langsung Meradang

Warganet heboh menuding Komdigi menghapus unggahan video karhutla di media sosial. Simak rekap kritik dan komentar pedas dari para pengguna platform.

Komdigi Diduga Hapus Konten soal Karhutla, Warganet Langsung Meradang
Warganet Soroti Komdigi Soal Dugaan Penghapusan Unggahan Karhutla di Media Sosial

INILAHKORAN.ID - Jagat media sosial tengah diramaikan oleh keluhan warganet yang menduga Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melakukan penghapusan (takedown) hingga pemblokiran bayangan (shadowban) terhadap unggahan video terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla).  

​Isi isu ini mengemuka setelah akun Threads @uma_dj mengunggah kritik keras mengenai takedown video karhutla di fitur story Instagram. Unggahan tersebut langsung diserbu ribuan reaksi dan komentar dari para pengguna internet.  

​Sorotan dan Komentar Pedas Warganet

​Sejumlah pengguna media sosial turut membagikan pengalaman serupa serta melayangkan kritik tajam terhadap langkah yang diduga dilakukan oleh pihak berwenang:  

​Pengalaman Hapus Unggahan: Akun @enoooen mengunggah tangkapan layar unggahan cerita yang gagal dimuat (loading error) dengan tulisan "WTF did the government ban it?". Sementara akun @kopimental_ mengaku mengalami hal sama, "Postingan gwe udah 2 dihapus".  

​Kritik Prioritas Kerja: Akun @agung18purnama menyindir ketepatan penanganan dengan menulis, "Matiin api ❌ Matiin postingan ❎ Capeee deh".  

​Sentilan Terkait Judi Online: Akun @mifthans membandingkan kecepatan penanganan konten karhutla dengan pemberantasan judi online, "Komdigi cepet bgt ya ngapus video2 karhutla. Tapi susah bgt blockir IP judol di indonesia".  

​Isu Shadowban Pengguna di Kalimantan: Akun @8thcitra menyebutkan adanya laporan pengguna yang terkena pembatasan akun saat mengunggah situasi terkini di lapangan, "tp beberapa orang yang dari Kalimantan kena shadowban gara2 upload perkembangan wildfire in Borneo".  

​Hingga berita ini diturunkan, gelombang kritik dari publik masih terus mengalir di media sosial, sementara masyarakat menunggu klarifikasi resmi dari pihak Kementerian Komunikasi dan Digital terkait kabar penurunan konten karhutla tersebut.


Editor : Firda Rachmawati