Komorbid Jadi Prioritas Vaksin Influenza, Mobilitas Tinggi Tingkatkan Risiko Penularan

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSHS Bandung, dr. Ferdy Ferdian, menekankan bahwa kelompok dengan penyakit penyerta atau komorbid justru menjadi prioritas utama dalam pemberian vaksin influenza.

Komorbid Jadi Prioritas Vaksin Influenza, Mobilitas Tinggi Tingkatkan Risiko Penularan

INILAHKORAN.ID  - Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSHS Bandung, dr. Ferdy Ferdian, menekankan bahwa kelompok dengan penyakit penyerta atau komorbid justru menjadi prioritas utama dalam pemberian vaksin influenza.

“Yang punya komorbid lebih penting malah. Misalnya ada sakit jantung dan lain-lain, itu lebih wajib lagi pakai influenza,” ujarnya.

Ia menjelaskan, influenza menular melalui droplet, sehingga siapa pun berisiko tertular. Namun, individu dengan daya tahan tubuh rendah lebih berpotensi mengalami gejala berat.

“Penularannya lewat droplet. Kalau imunnya kurang baik, ya lebih rentan,” katanya.

Ferdy juga menyoroti tingginya mobilitas masyarakat usai libur panjang serta menjelang masuk sekolah yang dapat meningkatkan risiko penularan. 

Meski mobilitas sulit dibatasi, ia mengingatkan pentingnya penerapan protokol kesehatan dasar, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan mengurangi aktivitas saat sakit.

“Ingat waktu era Covid? Awalnya dari Cina, tiba-tiba sudah sampai ke Indonesia,” ujarnya.

Menjelang masuk sekolah, ia menilai peran sekolah dan orang tua sangat krusial dalam pencegahan. Sekolah dapat mengundang tenaga medis untuk memberikan edukasi, mulai dari cara cuci tangan yang benar, etika batuk, hingga pola makan sehat.

Selain itu, anak yang mengalami gejala flu atau demam disarankan untuk beristirahat di rumah sebagai langkah pencegahan sederhana.

Terkait ketersediaan vaksin, Ferdy menyebut vaksin influenza relatif mudah diperoleh di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan vaksinasi. Untuk harga, vaksin produksi lokal dinilai lebih terjangkau.

“Kalau yang lokal lebih ekonomis, sekitar 150 ribuan,” pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti