ISPA di Cimahi Tetap Terkendali Meski Cuaca Tak Menentu, Dinkes Sebut Kasus Tercatat Menurun

Kendati cuaca tidak menentu melanda beberapa pekan terakhir dan memasuki masa pancaroba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi memastikan perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayahnya tetap dalam kondisi terkendali

ISPA di Cimahi Tetap Terkendali Meski Cuaca Tak Menentu, Dinkes Sebut Kasus Tercatat Menurun

INILAHKORAN.ID – Kendati cuaca tidak menentu melanda beberapa pekan terakhir dan memasuki masa pancaroba, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi memastikan perkembangan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayahnya tetap dalam kondisi terkendali. 

Bahkan pada pekan terakhir, jumlah kasus justru tercatat mengalami penurunan.
 
"Kami melakukan pemantauan rutin terhadap laporan kasus ISPA dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit di kota ini," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Cimahi, Dwihadi Isnalini, JUmat 9 Januari 2026.

Menurutnya, ISPA memang termasuk penyakit yang umum ditemui di layanan kesehatan, terutama saat terjadi perubahan cuaca.
 
“Kasus ISPA memang selalu ada dan naik turun setiap minggunya. Namun data yang kami himpun menunjukkan tidak ada tren peningkatan yang mengkhawatirkan, bahkan pada pekan terakhir justru ada penurunan,” ucapnya.
 
Dwihadi menjelaskan, pencatatan kasus tidak hanya mencakup warga Kota Cimahi, tetapi juga masyarakat dari daerah sekitar yang berobat ke fasilitas kesehatan di kota ini. 

"Hal ini menjadi salah satu faktor yang membuat jumlah kunjungan dan pencatatan kasus bersifat dinamis," jelasnya.
 
Meski situasi masih terkendali, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala ringan seperti batuk dan pilek. 

“Kita harapkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di masa pancaroba yang rentan menyebabkan peningkatan kasus penyakit pernapasan,” ujarnya.
 
Untuk menjaga stabilitas kondisi kesehatan masyarakat, pihaknya juga terus mengoptimalkan upaya pemantauan surveilans kasus serta kegiatan edukasi kesehatan. 

"Langkah-langkah ini dilakukan sebagai antisipasi agar tidak terjadi lonjakan kasus di masa mendatang," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti