KONI Kabupaten Cirebon Kisruh, Dispora Tahan Hibah Rp4 Miliar
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon memastikan dana hibah tahap ketiga untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon sudah siap. Namun, pencairan anggaran senilai Rp4 miliar tersebut, masih tertunda akibat kisruh internal KONI yang belum selesai.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cirebon - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Cirebon memastikan dana hibah tahap ketiga untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Cirebon sudah siap. Namun, pencairan anggaran senilai Rp4 miliar tersebut, masih tertunda akibat kisruh internal KONI yang belum selesai.
Plt Kepala Dispora Kabupaten Cirebon, Jois Putra, menjelaskan, total hibah untuk KONI pada tahun ini mencapai Rp8 miliar. Dana tersebut telah dicairkan dua kali, sementara sisa pencairan tahap ketiga belum bisa dilakukan.
“Pencairan tahap 3 ini tidak bisa segera dicairkan karena berdasarkan SK kepengurusan, masih dipegang oleh orang-orang yang telah mengundurkan diri. Kami mendorong agar masalah ini segera diselesaikan,” kata Jois, Selasa 29 Juli 2025.
Menurut Jois, kondisi KONI saat ini sedang tidak stabil. Banyak pengurus yang mengundurkan diri, termasuk jajaran inti seperti sekretaris, bendahara, dan wakil ketua. Untuk itu, bila dicairkan tidak akan bisa karena pengurus intinya sudah mengundurkan diri.
“KONI sekarang ini sedang tidak baik-baik saja. Surat pengunduran diri para pengurus juga ditembuskan kepada Dispora dan belum mendapat persetujuan dari KONI Jawa Barat,” ujarnya.
Dia menilai, kisruh ini berdampak langsung pada dunia olahraga, terutama bagi para atlet yang bergantung pada dukungan organisasi. Tentunya, dengan kondisi ini yang menjadi korban adalah para atlet yang sebentar lagi akan mengikuti kejuaran.
"Posisi ketua sendirian tidak akan mampu menjalankan organisasi ini,” ucapnya.
Dispora, lanjut Jois, mendesak agar konflik internal KONI segera diselesaikan bersama KONI Jawa Barat selaku pihak yang mengeluarkan SK kepengurusan.
“Silakan diselesaikan dengan KONI Jabar. Kami sebagai pembina tidak ingin atlet-atlet yang berprestasi justru dirugikan,” katanya.
Terkait isu bahwa dirinya meminta ketua KONI mundur, Jois membantah. Ia menegaskan bahwa langkah yang dilakukan semata-mata bagian dari fungsi pembinaan Dispora.
“Saya tidak pernah meminta ketua KONI mundur. Saya hanya memberikan masukan agar organisasi ini berjalan baik dan prestasi atlet meningkat,” tukasnya. (maman suharman)
Editor : Ahmad Sayuti
