PSSI Tasikmalaya Bidik Talenta Sepak Bola dari Akar Rumput

Sebanyak 120 peserta mengikuti Kursus Pelatih Lisensi D Nasional di Kabupaten Tasikmalaya untuk memperkuat pembinaan sepak bola dari tingkat akar rumput.

PSSI Tasikmalaya Bidik Talenta Sepak Bola dari Akar Rumput
20 pelatih saat mengikuti kursus pelatih Lisensi D Nasional Kabupaten Tasikmalaya.

INILAHKORAN.ID – Upaya memperkuat pembinaan Sepak Bola di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tidak hanya dilakukan melalui pembangunan sarana olahraga. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya Pelatih, juga menjadi bagian penting untuk melahirkan pemain potensial sejak tingkat akar rumput.

Langkah tersebut diwujudkan melalui Kursus Pelatih Lisensi D Nasional yang diikuti 120 peserta. Kegiatan digelar di MTs KH Wahab Muksin, Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya, sebagai bagian dari program PSSI Provinsi Jawa Barat bersama PSSI Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua Panitia Pelaksana Kursus Pelatih Lisensi D Nasional, Agis Mujib Prayitno, mengatakan jumlah peserta yang mencapai 120 orang menjadi modal penting untuk memperluas pembinaan Sepak Bola di Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Agis, kursus kepelatihan tersebut tidak boleh berhenti hanya setelah peserta memperoleh lisensi. Ilmu dan keterampilan yang didapat selama pelatihan diharapkan benar-benar diterapkan dalam proses pembinaan pemain di lingkungan masing-masing.

"Kursus tersebut diharapkan tidak berhenti pada pemberian lisensi kepada peserta. Lebih dari itu, para peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk membina pemain di lingkungan masing-masing," kata Agis, Senin (14/9/2026).

Pelatih Dibekali Materi Kepelatihan

Agis menjelaskan, para peserta mendapatkan materi kepelatihan dari edukator yang memiliki kompetensi dan telah mengantongi lisensi. Para edukator tersebut ditunjuk langsung oleh PSSI Pusat.

Untuk mendukung pelaksanaan kursus, PSSI Jawa Barat dan PSSI Kabupaten Tasikmalaya juga memberikan subsidi pembiayaan kepada peserta.

Selain itu, peserta mendapatkan dukungan berupa bola dan jersey.

"Selain itu, kami berharap mereka bisa mengamalkan ilmu yang didapatkan pada kesempatan lisensi ini," ujarnya.

120 Pelatih Diharapkan Lahirkan Talenta Baru

Ketua Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya, Erry Purwanto, menilai peningkatan kapasitas Pelatih semakin penting seiring dengan rencana keberlanjutan pembangunan Stadion Kaliki Mangunreja.

Menurut Erry, keberadaan Pelatih yang memiliki kompetensi menjadi salah satu kunci untuk memaksimalkan pembinaan sekaligus menemukan pemain-pemain berbakat dari berbagai wilayah.

"Mudah-mudahan pada tahun 2027, dengan adanya lisensi ini dan jumlah 120 peserta ini, kita bisa mendapatkan dan menjaring pemain-pemain hebat dari hasil Pelatih-Pelatih yang digodok pada saat pelaksanaan kursus," kata Erry.

Ia menilai Pelatih memiliki peran strategis dalam perjalanan seorang pemain. Tidak hanya mengajarkan teknik dan pemahaman permainan, Pelatih juga dituntut mampu menemukan serta mengembangkan potensi pemain sejak usia dini.

"Kami sangat mengapresiasi PSSI Kabupaten Tasikmalaya yang telah menyelenggarakan Lisensi D ini untuk meningkatkan SDM di bidang Sepak Bola," ujarnya.

"Dengan lahirnya Pelatih-Pelatih yang hebat, diharapkan ke depannya bisa melahirkan anak-anak yang bertalenta di bidangnya dan berprestasi," sambung Erry.

Infrastruktur dan SDM Harus Berjalan Beriringan

Erry menambahkan, penguatan sumber daya manusia di bidang kepelatihan harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur olahraga.

Menurutnya, keberadaan Stadion Kaliki Mangunreja nantinya diharapkan dapat menjadi salah satu fasilitas yang menunjang pembinaan dan pengembangan Sepak Bola di Kabupaten Tasikmalaya.

"Pembangunan Stadion Kaliki Mangunreja diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan infrastruktur olahraga yang selama ini dibutuhkan untuk menunjang pembinaan dan pengembangan Sepak Bola di Kabupaten Tasikmalaya," pungkasnya.

Dengan bertambahnya Pelatih berlisensi, pembinaan Sepak Bola di tingkat akar rumput diharapkan semakin terarah sehingga potensi pemain muda Kabupaten Tasikmalaya dapat ditemukan dan dikembangkan secara lebih optimal.***


Editor : JakaPermana