Konser Rhoma Irama di Kabupaten Cirebon Berubah Lokasi, Publik Tunggu Kejelasan Panitia
Rencana konser musik yang menghadirkan Rhoma Irama dan Afril, artis dari Kabupaten Cirebon pemenang D'Academy 7 kembali menjadi perbincangan publik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rencana konser musik yang menghadirkan Rhoma Irama dan Afril, artis dari Kabupaten Cirebon pemenang D'Academy 7 kembali menjadi perbincangan publik.
Pasalnya, lokasi acara konser yang menghadirkan Rhoma Irama yang semula dijadwalkan berlangsung di Garage City Mall Cirebon kini dipindahkan ke wilayah Sumber Kabupaten Cirebon.
Perubahan lokasi tersebut memunculkan beragam pertanyaan di tengah masyarakat Kabupaten Cirebon. Terutama, terkait kesiapan teknis dan manajerial pihak penyelenggara dalam menggelar konser berskala besar itu.
Pengamat kebijakan publik Hamzaiya menilai perpindahan lokasi konser Rhoma Irama merupakan kegiatan komersial dengan sistem penjualan tiket.
"Perubahan lokasi acara skala besar tidak bisa dianggap sepele. Harus ada penjelasan kepada publik, termasuk kesiapan infrastruktur, sistem pengamanan dan koordinasi dengan aparat terkait," kata Hamzaiya, Minggu 25 Januari 2026.
Dia menilai, konser yang melibatkan figur besar yaitu Rhoma Irama berpotensi menghadirkan kerumunan massa dalam jumlah besar. Kondisi ini menuntut pengelolaan crowd control yang matang. Mulai dari pengaturan akses keluar-masuk, pengamanan penonton, hingga mitigasi risiko di lapangan.
Selain itu, Hamzaiya juga menyoroti karakter wilayah Sumber yang dikenal memiliki kepadatan lalu lintas cukup tinggi. Tanpa rekayasa lalu lintas yang terencana dan kesiapsiagaan petugas, konser dikhawatirkan memicu kemacetan panjang serta mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
"Dampak konser tidak hanya dirasakan penonton, tapi juga warga dan pengguna jalan hingga layanan publik lainnya. Ini harus jadi perhatian serius penyelenggara," ungkapnya.
Namun dia memastikan, kritik bukan ditujukan kepada para artis pengisi acara yaitu Rhoma Irama dan Afril. Karena mereka hanya menjalankan perannya sebagai seniman. Justru, tanggung jawab penuh atas perencanaan, perizinan, dan pelaksanaan teknis berada di tangan penyelenggara.
"Jangan sampai popularitas artis dijadikan tameng ketika muncul persoalan di lapangan. Penyelenggara harus siap secara moral dan profesional," pintanya.
Hamzaiya pun mendorong penyelenggara agar bersikap transparan kepada publik terkait sejauh mana kesiapan yang telah dilakukan. Termasuk, koordinasi dengan kepolisian, Satpol PP, dan pemerintah daerah. Dia mengingatkan, euforia hiburan tidak boleh mengorbankan ketertiban dan kepentingan masyarakat luas.
Sementara itu, perwakilan manajemen Rhoma Irama, Debby, menegaskan Soneta Group tidak bertindak sebagai penyelenggara acara. Penyelenggaranya adalah PT MCN, bukan Soneta.
Sayangnya, sampai saat ini panitia konser Dodo Wahyudin belum memberikan keterangan resmi. Melalui pesan singkat, ia meminta agar pemberitaan ditunda dan mengarahkan konfirmasi kepada Koordinator Promosi dan Publikasi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lebih lanjutan dari pihak terkait.
Editor : Doni Ramdhani


