Kontroversi Lamine Yamal, 50 Ribu Orang Tuntut Semifinal Spanyol vs Prancis Diulang
Lebih dari 50 ribu orang menandatangani petisi agar semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol vs Prancis diulang usai kontroversi penalti Lamine Yamal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kontroversi mewarnai kemenangan Spanyol atas Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026. Kekalahan Les Bleus memicu gelombang protes dari para pendukungnya.
Hingga kini, lebih dari 50.000 orang telah menandatangani petisi daring yang menuntut agar laga diulang karena keputusan penalti yang dinilai kontroversial.
Petisi tersebut menyoroti proses lahirnya gol pembuka Spanyol. Para pendukung Prancis meyakini Lamine Yamal lebih dulu melakukan handball sebelum mendapat pelanggaran dari bek Prancis, Lucas Digne, di dalam kotak penalti.
"Ketika penalti diberikan kepada Spanyol, Lamine Yamal menyentuh bola dengan tangannya. Prancis seharusnya tidak kebobolan gol pertama itu, yang sepenuhnya mengubah jalannya pertandingan," demikian isi petisi tersebut, seperti dikutip dari sportskeeda.
Mereka menilai keputusan wasit telah memengaruhi jalannya laga dan meminta prinsip sportivitas ditegakkan sesuai Laws of the Game.
Insiden bermula saat Yamal melompat untuk menguasai bola di area penalti. Bola terlihat lebih dulu mengenai lengannya sebelum Digne melakukan kontak yang membuat pemain muda Spanyol itu terjatuh. Wasit Iván Barton tanpa ragu menunjuk titik putih.
Mikel Oyarzabal yang menjadi algojo sukses menjalankan tugasnya untuk membawa Spanyol unggul 1-0. La Furia Roja kemudian menggandakan keunggulan lewat gol Pedro Porro pada awal babak kedua dan memastikan kemenangan 2-0 sekaligus tiket ke final Piala Dunia 2026.
Usai pertandingan, pelatih Prancis Didier Deschamps tak menyembunyikan kekecewaannya. Dia mempertanyakan kepemimpinan wasit asal El Salvador tersebut dan menilai keputusan-keputusan penting dalam laga berjalan merugikan timnya.
Kapten Prancis, Kylian Mbappe, memilih melakukan evaluasi terhadap performa timnya. Menurutnya, Les Bleus gagal memanfaatkan peluang dan harus menerima kenyataan tersingkir di semifinal.
Meski petisi terus mendapat dukungan dan jumlah penandatangannya bertambah, peluang FIFA mengabulkan permintaan laga ulang dinilai sangat kecil.
Dalam praktiknya, hasil pertandingan yang dipimpin wasit tidak diubah hanya karena muncul kontroversi keputusan di lapangan, kecuali terdapat pelanggaran serius terhadap regulasi kompetisi. ***
Editor : Gin gin T Ginulur

