Koperasi Staf PT Kabepe Chakra, Maju dan Sejahtera Bersama UKM
Berbeda dengan koperasi pada umumnya, koperasi yang satu ini mulai menerapkan sistem pengembangan bisnis masa kini yaitu bisnis berbasis digital.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Soreang - Berbeda dengan koperasi pada umumnya, koperasi yang satu ini mulai menerapkan sistem pengembangan bisnis masa kini yaitu bisnis berbasis digital.
Koperasi yang memulai perjalanannya di perkebunan teh PT Kabepe Chakra ini, kini hadir dengan beragam inovasi baru yang mampu mengembangkan usaha bagi para anggotanya tidak hanya di bisnis lokal, namun juga memungkinkan untuk terjun langsung di bisnis internasional.
Mewakili Anggota Koperasi Staf PT Kabepe Chakra sekaligus Manager Pemasaran Rest Area Pasir Jambu, Gilang Septian menuturkan, Koperasi Chakra mulai mengembangkan core bisnisnya sejak tahun 2011.
“Awalnya, Koperasi ini berdiri dari salah satu perkebunan teh yang merupakan anak cabang dari PT Kabepe Chakra yaitu di Perkebunan Teh Dewata (600 ha) yang telah berhasil berkembang dengan pesat dan mampu menyejahterakan seluruh anggotanya, dengan total aset berjalanan senilai Rp34 miliar.” tuturnya pada INILAH, Selasa (25/6/2019).
Perlu diketahui, PT KBP Chakra sampai saat ini diakui sebagai salah satu perusahaan swasta dengan kualitas produk teh hijau kualitas eksport. Hal tersebut menjadikan perusahaan ini cukup diperhitungkan di dunia teh Indonesia dan internasional.
“Prestasi tersebut yang menjadi landasan utama bagi manajemen Koperasi Staf PT Kabepe Chakra untuk melakukan pengembangan seperti halnya perusahaan induknya. Tidak hanya sebagai penyedia kebutuhan karyawan dan perusahaan, namun juga melakukan pengembangan dan inovasi terbaru pada sektor bisnis dan potensi lainnya,” jelas Gilang.
Dikatakan Gilang, pengembangan bisnis dan keberhasilan yang saat ini diraih tidak terlepas dari tangan dingin Caryo sebagai perintis dan penanggung jawab dari Koperasi Staf PT KBP Chakra. Caryo yang kala itu mendapat masukan dan dorongan dari top management PT KBP Chakra tentu tak menyia-nyiakan kesempatan sekaligus peluang yang ada di depan mata.
“Sembako, wood pellet, mebeler, elektronik, dan barang-barang kebutuhan karyawan menjadi awal bisnis utama Koperasi Chakra. Wood pellet berhasil menjadi suplai terbesar dari Koperasi Chakra. Wood pellet dipilih karena dinilai aman sebagai bahan bakar terbarukan untuk kebutuhan produksi teh,” jelasnya.
Lebih jauh Gilang menjelaskan, Koperasi Staf PT Kabepe Chakra akhirnya berhasil menjadi penyuplai wood pellet yang mendominasi supplier lainnya. Hal tersebut terbukti dengan terpenuhinya permintaan dan berhasil menghidupkan produksi teh dengan standar harga bersaing.
“Inovasi dan perkembangan Koperasi Staf PT Kabepe Chakra sempat mengalami beberapa kendala. Namun akhirnya bisa mendapat solusi terbaik hingga koperasi berhasil merencanakan untuk membuat bisnis yang mampu bersinergi dengan masyarakat. Tahun 2016 rencana tersebut mulai terealisasi dengan strategi dan rencana yang cukup matang,” jelasnya.
Dikatakan Gilang, dirinya diajak oleh Caryo bekerja sama untuk memulai bisnis secara bertahap dan perlahan. Akhirnya di lahan seluas 1,05 hektar, Gilang dan tim mulai membuat business plan.
“Dalam perencanaannya sempat mengalami beberapa kendala terutama dalam hal perizinan. Akhirnya kita menemukan solusi yang tepat, salah satunya dengan mengajak kerja sama yang melibatkan warga masyarakat sekitar yang memiliki potensi dalam bidang kewirausahaan,” paparnya.
Setelah semua bisa bersinergi, pihaknya pun mulai menjalankan setiap langkah yang telah direncanakan.
“Memasuki tahap satu, kita mulai berfokus untuk membuat tempat makan. Ke depannya kita juga berencana untuk membangun rest area yang memiliki berbagai fasilitas-fasilitas penunjang lainnya hingga resor,” ungkap Gilang.
Prinsip utama dari Koperasi Chakra adalah semua pihak yang terlibat harus berkembang dan mendapat dampak positif terutama untuk warga sekitar di mana bisnisnya berdiri. Sistem bagi hasil dinilai paling tepat dalam teknis pelaksanaannya.
“Kita punya tujuan dan prinsip tentang bagaimana Koperasi Chakra ini menjadi wadah dan mampu menyejahterakan anggota dan para UKM yang ada di Pasir Jambu,” paparnya.
Di Pasir Jambu sendiri ada banyak pelaku usaha yang sudah terlibat kerja sama dengan Koperasi Chakra. Gilang menyadari, dengan banyaknya UKM yang bergabung ternyata banyak pula potensi produk yang layak untuk dipromosikan dan dikembangkan lebih jauh potensinya.
“Saya baru sadar ternyata warga memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang usaha. Hal itu terbukti dari produk yang mereka miliki itu sangat layak untuk dipasarkan dan yang menjadi kendala mereka selama ini adalah pemasaran,” ujarnya.
Nanti di sesi kedua, dikatakan Gilang, pihaknya berencana untuk membuat market place-nya potensi daerah. “Kita dapat masukan, dari Wakil Bupati Bandung untuk membuat market place bagi warga Kabupaten Bandung,” ujarnya.
Gilang memaparkan, market place ini ke depannya diharapkan mampu bersinergi dengan UKM yang ada di Kabupaten Bandung, di mana produk-produk mereka dapat dipasarkan secara luas melalui jejaring internet, tak hanya di Indonesia, tapi juga luar negeri.
“Kita pastikan market place ini mampu mewadahi dan memasarkan seluruh produk UKM lokal Kabupaten Bandung baik di pasar nasional maupun internasional,” paparnya.
Di tahun 2018 langsung mendapat kabar baik, usaha rest area yang dikelola Koperasi ini, di bulan pertama sudah meraup keuntungan, dan kita mendapat omzet Rp2 miliar di tahun pertama.
“Ke depannya, Koperasi Chakra akan mengembangkan sistem bisnis yang lebih baik, juga akan mengembangkan bisnis-bisnis turunan, agar target usaha dapat lebih mudah dicapai,” ujarnya.
Gilang berharap, Koperasi Chakra bisa terus berinovasi dan berkontribusi lebih dan menjadi influencer bagi koperasi-koperasi lain yang ada di Kabupaten Bandung. (Agus Satia)
Editor : suroprapanca

