Korban Pembegalan di Cangkorah Viral, Uang Rp6 Juta Raib
Aksi pembegalan yang menimpa seorang pemuda yang diketahui merupakan warga Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) viral di media sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Aksi pembegalan yang menimpa seorang pemuda yang diketahui merupakan warga cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB) viral di media sosial.
Berdasarkan postingan media sosial itu, peristiwa pembegalan tersebut terjadi di daerah Cangkorah, perbatasan antara Kota Cimahi dan KBB pada Kamis 17 April 2025 dan terlihat kondisi korban yang terluka akibat pembegalan tersebut.
"Betul kami terima informasi ada dugaan pembegalan di daerah Cangkorah, perbatasan Batujajar dengan Cimahi," kata Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat saat dikonfirmasi, Senin 22 April 2025.
Gofur menjelaskan, dari keterangan saksi mata di lokasi kejadian, korban saat itu tengah mengendarai mobilnya di daerah Cangkorah.
Kemudian, korban tiba-tiba dipepet oleh dua orang yang menaiki sepeda motor.
"Jadi di jalan Cangkorah itu, kendaraan korban dipepet oleh dua orang naik sepeda motor," jelasnya.
"Korban yang tidak mengunci kendaraannya, kemudian ditarik keluar secara paksa," sambungnya.
Sebelum kejadian, ungkap Gofur, korban baru saja mengambil uang dari ATM di wilayah Kota Bandung sebanyak Rp6 juta. Uang tersebut dimasukkan ke dalam tas, namun dibawa pelaku saat peristiwa dugaan pembegalan terjadi.
"Pelaku yang menarik korban keluar, kemudian memukul kepala korban menggunakan balok," ungkapnya.
"Kemudian dua pelaku membawa tas berisi uang milik korban dan melarilan diri," sambungnya.
Saat ini, sebut Gofur, pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait aksi dugaan pembegalan tersebut.
Namun, pihaknya juga meminta korban membuat laporan resmi ke kepolisian.
"Kami minta supaya korban segera membuat laporan resmi ke kepolisian," ucapnya.
"Saat ini penyelidikan sedang dilakukan dengan mengumpulkan keterangan saksi mata," tandasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

