KPU Kabupaten Cirebon Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024

KPU Kabupaten Cirebon, menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, di lapangan Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber, Rabu  31 Januari 2023.

KPU Kabupaten Cirebon Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu 2024
KPU Kabupaten Cirebon, menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, di lapangan Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber, Rabu  31 Januari 2023.

INILAHKORAN ,Cirebon - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon, menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, di lapangan Asrama Haji Watubelah, Kecamatan Sumber, Rabu  31 Januari 2023.

Ketua Divisi Teknis KPU Kabupaten Cirebon, Apendi menyampaikan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 tersebut, bagian dari realiasasi pihaknya dalam konteks apa yang diarahkan KPU Jabar.

Yakni, kata dia, agar KPU kota/kabupaten menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara selama di bulan Januari 2024. "Yang kami tempati sebagai simulasi ini adalah TPS 11 Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber. Dan para petugas simulasi ini juga para KPPS yang nanti bertugas di TPS 11 ini," kata Apendi.

Adapun simulasi yang dilakukan, kata dia, terkait dengan alur bagaimana proses pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024, soal dami dan formulir-formulirnya. Ia juga menjelaskan, simulasi yang dilakukan pun untuk mengimplementasikan hasil bimtek kepada para KPPS pada beberapa waktu lalu.

Hasil simulasi tersebut, kata Apendi, akan menjadi catatan pihaknya terkait berapa durasi dari masing-masing kegiatan, mulai dari pemungutan hingga penghitungan suara baik presiden dan wakil presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Cirebon.

"Selain itu kita akan mencatat juga proses selanjutnya. Sebab setelah proses penghitungan suara ada proses penyalinan. Yaitu di dalam C hasil salinan. Kita butuh berapa lama untuk per pemilihan," katanya.

Sehingga, lanjut dia, pihaknya nanti akan punya estimasi dan sebagai bagian dari mitigasi pihaknya dalam proses pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2024 yang akan digelar pada 14 Februari nanti.

Ia juga menjelaskan, modal sebagai penyelenggara KPPS ada dua. Yakni pengetahuan, terkait regulasi dan tata cara prosedur, dan mekanisme pada saat pemungutan dan penghitungan suara seperti apa. 

Kedua, kata Apendi, teknikalitas para KPPS. Atau yang ia sebut yakni cara komunikasi para KPPS dengan pemilih, pengawas, saksi, hingga cara komunikasi dengan pemerintah yang dalam hal ini RT dan RW.

"Harapannya dengan adanya simulasi ini pada saat hari H, teman-teman KPPS bisa lebih mengetahui tentang tugasnya masing-masing, ketertiban, keamanan dan alurnya seperti apa," ungkap Apendi.

Termasuk, lanjut dia, terkait hal-hal lain yang diatur dalam PKPU Nomor 25 tahun 2023 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara, juga terkait dengan penerapan SK KPU RI Nomor 66 tentang Pedoman Teknis dalam Hal Pemungutan dan Penghitungan Suara.

Sementara itu, sambutan Bupati Cirebon, H Imron yang dibacakan Sekda Hilmy Riva'i, menyambut baik dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada KPU setempat atas diselenggarakannya simulasi tersebut.

Ia juga menyampaikan, tahapan pemungutan dan penghitungan suara merupakan tahapan puncak dari serangkaian tahapan Pemilu yang sudah berjalan sebelumnya. Karena, kata dia, segala jenis pelanggaran biasannya terjadi pada tahapan ini, seperti politik uang dan politik transaksional.

"Pengawas TPS agar menjaga integritas, memiliki solidaritas dan profesionalitas dalam pengawasan pemungutan suara di setiap TPS demi suksesnya Pemilu di Kabupaten Cirebon," kata dia.

Pihaknya juga berharap kepada seluruh unsur terkait untuk bersinergi dalam pencegahan dan pengamanan di seluruh TPS di Kabupaten Cirebon, agar Pemilu 2024 aman, damai, dan sukses.(maman suharman)


Editor : Ahmad Sayuti