KPwBI Jabar Pasok Rp16,91 Triliun

Selama Ramadan-Lebaran tahun ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar memastikan ketersediaan uang tunai. Kepala KPwBI Jabar Doni P Joewono mengatakan, pasokan tersebut melebihi permintaan masyarakat.

KPwBI Jabar Pasok Rp16,91 Triliun
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Selama Ramadan-Lebaran tahun ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar memastikan ketersediaan uang tunai. Kepala KPwBI Jabar Doni P Joewono mengatakan, pasokan tersebut melebihi permintaan masyarakat.

“Persediaan uang di KPwBI Jabar mencapai Rp16,91 triliun. Jumlah itu terhitung 123,16% dari perkiraan permintaan tahun ini sebesar Rp13,74 triliun,” kata Doni di Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Selasa (21/5/2019).

Menurutya, secara nasional kebutuhan uang selama Ramadan-Lebaran tahun ini mencapai Rp218 triliun. Untuk wilayah Jabodetabek, kebutuhan itu diperkirakan sebesar Rp51,5 triliun. Sedangkan, kebutuhan uang untuk Jabar (kecuali Bogor, Depok, dan Bekasi) diperkirakan mencapau Rp24,39 triliun. 

Rinciannya, KPwBI Jabar memasok Rp13,73 triliun, Kantor Perwakilan (KPw) Cirebon menyimpan Rp7,25 triliun, dan KPw Tasikmalaya memasok Rp3,41 triliun.

Terkait aspek permintaan uang pada Ramadan-Lebaran, Doni menyebutkan di wilayah kerjanya jumlah permintaan itu cenderung meningkat setiap tahun. Pada 2015 permintaan itu mencapai Rp9,72 triliun, 2016 (Rp9,98 triliun), 2017 (Rp11,48 triliun), dan 2018 (Rp12,61 triliun).

Sedangkan, di sisi permintaan itu diperkirakan mencapai Rp13,74 triliun. Angka prediksi itu meningkat 8,82% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Guna mendistribusikan pasokan uang baru itu, KPwBI Jabar menggelar mobil layanan penukaran uang terpadu. Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama dengan 13 industri perbankan. 

Lebih rinci, loket penukaran uang itu dijadwalkan ada di Monumen Perjuangan Rakyat  Jawa Barat pada 21-23 Mei,  Alun-alun Ujungberung (22-23 Mei) , halaman Balai Kota Bandung (27-29 Mei), dan area di Jalan Soekarno-Hatta Kota Bandung (27-29 Mei).

Doni menjelaskan, setiap Ramadan selalu bermunculan pedagang uang yang menjual uang pecahan kecil yang kondisinya masih baru. Untuk menghindari terjadinya risiko yang tidak diinginkan, dia mengimbau masyarakat untuk selalu menukarkan uang di tempat penukaran resmi yaitu layanan BI, bank umum, dan BPR.

“Yang paling penting, hindari bertansaksi dengan penjual uang yang biasanya banyak di pinggir-pinggir jalan,” ucapnya.

Sementara itu, guna mengendalikan gejolak harga dan menekan angka inflasi yang meningkat di setiap Lebaran, Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi KPwBI Jabar Pribadi Santoso mengatakan pihaknya menggelar Bazar Murah Pengendalian Inflasi.

Pasar murah itu digelar di Alun-alun Ujungberung pada 21-23 Mei. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan salah satu wilayah padat penduduk. Para peserta pasar murah itu terdiri dari lembaga/instansi yang diikutsertakan. 

Antara lain, klaster dan wirausaha binaan BI, Bulog Jabar, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia Regional Bandung, debitur perbankan di Jabar, PT Indomarco Prismatama, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, dan UMKM binaan Kecamatan Ujungberung.

“Jumlah tenant terhitung sebanyak 22tenant yang terbagi ke dalam tiga kelompok yakni sembako, layanan penukaran uang, dan bazaar murah UMKM,” ujarnya.

Sejumlah komoditas yang diperdagangkan antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, telur ayam ras, bawang merah, dan bawang putih. Selain kebutuhan pokok, dia menyebutkan ada barang-barang kebutuhan sekunder seperti sayur-mayur, susu, pampers, pakaian muslim, aneka kerudung, kue kering, dll.


Editor : Doni Ramdhani