Kronologi Kasus Bandung Zoo: Dari Konflik Internal hingga Aksi Karyawan ke BBKSDA
Simak kronologi kasus Bandung Zoo: dari konflik internal manajemen yang berlarut hingga penutupan sementara, dan aksi puluhan karyawan mendatangi BBKSDA untuk menyuarakan pembukaan kembali kebun binatang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Bandung Zoo, kebun binatang tertua di Kota Bandung masih menjadi sorotan akibat konflik internal yang berlarut-larut. Kondisi itu berdampak pada satwa, karyawan, serta masyarakat sekitar.
Berikut kronologi kasus yang membawa kebun binatang ini ke penutupan sementara:
1933 – Pendirian Bandung Zoo
Bandung Zoo resmi dibuka dan menjadi pusat edukasi publik serta konservasi satwa. Tempat ini tidak hanya menjadi arena rekreasi, tetapi juga ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal kehidupan liar.
2024 – Timbul Konflik Internal
Dua kubu di Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT), pengelola Bandung Zoo, saling mengklaim hak manajemen. Sengketa administratif dan hukum muncul akibat dualisme kepemilikan, sehingga izin operasional kebun binatang menjadi tidak pasti.
Februari – Juni 2025 – Mediasi Gagal
BBKSDA Jawa Barat memberikan peringatan agar kedua pihak segera menyelesaikan konflik demi keselamatan satwa. Pemerintah Kota Bandung dan Ombudsman Jawa Barat memfasilitasi mediasi, namun tidak membuahkan kesepakatan. Ketegangan tetap meningkat.
3 Juli 2025 – Penutupan Sementara
Operasional Bandung Zoo ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan untuk mencegah risiko bagi pengunjung dan satwa akibat ketidakpastian hukum.
6 Agustus 2025 – Penutupan Diperkuat
Puncak konflik terjadi ketika pemerintah bersama aparat penegak hukum memasang garis polisi di area Bandung Zoo. Akses bagi publik dibatasi dan kebun binatang ditutup sementara sebagai bagian dari proses hukum yang masih berjalan.
18 Desember 2025 – Aksi Serikat Pekerja
Puluhan karyawan mendatangi BBKSDA Jabar untuk menyuarakan aspirasi pembukaan kembali kebun binatang. Penutupan yang berlarut memengaruhi pemberian pakan pada sekitar 711 satwa dari 90 spesies serta mata pencaharian sekitar 100 pedagang di sekitarnya.
Tindakan BBKSDA
Sebagai respons, BBKSDA Jabar mengambil alih penyediaan pakan untuk satwa, memastikan kebutuhan satwa tetap terpenuhi secara berkelanjutan. Pihak pengelola juga tetap menjaga perawatan sehari-hari meski operasional untuk publik belum berjalan.***
Editor : Gin gin T Ginulur
