Laga Liga 1 Indonesia Banyak 'Disetting', Polri Akan Usut Tuntas
Pertandingan-pertandingan di Liga 1 Indonesia disebut banyak diatur oleh mafia bola. Hal itu diungkapkan oleh perangkat pertandingan yang disamarkan nama dan wajahnya dalam tayangan Mata Najwa den
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta- Pertandingan-pertandingan di Liga 1 Indonesia disebut banyak diatur oleh mafia bola. Hal itu diungkapkan oleh perangkat pertandingan yang disamarkan nama dan wajahnya dalam tayangan Mata Najwa dengan judul 'PSSI Bisa Apa: Jilid 4'.
Satgas Antimafia Bola mengaku akan menindaklanjuti ungkapan-ungkapan yang ditayangkan secara live di stasiun televisi tersebut. Termasuk adanya pengaturan skor di laga-laga tertentu di Liga 1 Indonesia.
"Semua yang menjadi petunjuk akan kita tindaklanjuti," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).
Dedi mengatakan ungkapan-ungkapan dalam tayangan Mata Najwa itu dijadikan petunjuk. Satgas akan mendalami semua petunjuk yang masuk terkait pengaturan skor.
"Pasti akan kita dalami. Ya tidak menutup kemungkinan siapa-siapa yang bicara di acara itu akan dituangkan di BAP," jelasnya.
Sebelumnya, pada program acara Mata Najwa episode PSSI Bisa Apa Jilid 4, perangkat pertandingan yang jadi nara sumber mengungkap buruk: banyak hasil laga Liga 1 2018 sudah diatur.
Nara sumber yang disamarkan identitasnya dalam acara yang dipandu Najwa Shihab itu menyebutkan hampir semua laga Liga 1 2018 sudah diatur dan melibatkan klub-klub besar.
"Banyak hasil laga Liga 1 2018 sudah diatur meski sejumlah klub tak sedang bermain," kata sang nara sumber seperti dikutip dari rekaman acara Mata Najwa.
Nara sumber itu menuturkan laga Arema FC kontra Borneo FC, Borneo FC versus PSM Makassar, dan Bali United melawan Persela Lamongan termasuk yang sudah diatur.
"Arema FC versus Borneo di Liga 1 2018, sosok berinisial IB memerintahkan wasit buat memenangkan Arema. Imbalannya Rp20-Rp25 juta," katanya.
"Begitu pula dengan laga Borneo FC melawan PSM Makassar. Sosok Exco PSSI berinisial YN mengatur supaya Borneo menang. Imbalannya Rp70 juta. Tapi, waktu itu justru PSM yang menang," paparnya.
"Saat Bali United menghadapi Persela Lamongan, YT yang mengatur supaya Bali United menang dengan imbalan Rp40 juta," lanjutnya. (inilah.com)
Editor : inilahkoran

