Langkah Wisata Tersandung Biaya Parkir

KELUHAN biaya parkir bus wisata di kawasan Gedung Sate ramai di media sosial. Pemprov Jabar memastikan tidak menyediakan lahan parkir bus di kawasan tersebut.

Langkah Wisata Tersandung Biaya Parkir
DUGAAN PUNGLI: Dugaan pungli parkir bus wisata di kawasan Gedung Sate, viral di media sosial. Pemprov Jabar memastikan kawasan Gedung Sate tidak menyediakan lahan parkir bus wisata.

Rombongan wisata datang ke kawasan Gedung Sate untuk menikmati salah satu ikon Kota Bandung. Namun, perjalanan itu menyisakan keluhan setelah biaya parkir bus yang harus dibayarkan mencapai Rp75 ribu.

Keluhan tersebut kemudian ramai di media sosial. Pemilik akun TikTok @iyanramadhian membagikan pengalamannya setelah membawa rombongan wisata mengunjungi Gedung Sate pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Dalam unggahannya, ia menyebut biaya Rp75 ribu itu terdiri atas retribusi bus pariwisata museum sebesar Rp10 ribu dan parkir bus kunjungan study tour di Jalan Diponegoro sebesar Rp65 ribu.

Pengalaman tersebut lantas disampaikan kepada publik melalui TikTok. Ia juga menautkan akun Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan meminta persoalan biaya parkir itu ditindaklanjuti.

“Pa Gub @dedimulyadiofficial ini beneran kalau visit ke Gedung Sate bawa rombongan, harga tiketnya segini Rp75 ribu per bus. Ini mah nyusahin banget,” tulis @iyanramadhian dalam unggahannya yang dikutip Senin, 5 Oktober 2026.

Keluhan itu mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat Mas Adi Komar menegaskan, Pemprov Jabar tidak menyediakan area parkir untuk bus wisata di kawasan Gedung Sate.

Ruas Jalan Diponegoro yang berada tepat di sisi Gedung Sate juga disebut tidak memiliki ruang yang dapat digunakan sebagai kantong parkir.

“Jalan Diponegoro yang langsung bersinggungan dengan Gedung Sate tidak ada ruang untuk parkir lagi. Untuk ruas sepanjang Jalan Diponegoro lainnya, coba konfirmasi ke Dishub Kota Bandung,” tulis Adi Komar.

Ia menduga lokasi yang dimaksud dalam keluhan tersebut berada di sekitar Museum Geologi, bukan lahan parkir yang disediakan Pemprov Jabar.

(yuliantono/gin)


Editor : Inilahkoran