Ledakan Amunisi Tewaskan Belasan Orang di Garut, DPR Minta TNI-Polri agar Transparan

lola Nelria Oktavia, mendesak TNI dan Polri untuk membuka secara transparan penanganan kasus tersebut, serta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pengelolaan amunisi.

Ledakan Amunisi Tewaskan Belasan Orang di Garut, DPR Minta TNI-Polri agar Transparan

INILAHKORAN - Tragedi ledakan saat pemusnahan amunisi kedaluwarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, memicu keprihatinan luas. Anggota Komisi III DPR RI, Lola Nelria Oktavia, mendesak TNI dan Polri untuk membuka secara transparan penanganan kasus tersebut, serta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan pengelolaan amunisi.

“TNI dan Polri diharapkan menjelaskan secara terbuka kepada publik terkait penanganan insiden ini. Selain itu, sistem keamanan dalam pengelolaan amunisi harus dibenahi agar kejadian serupa tidak terjadi kembali, apalagi di wilayah lain,” tegas Lola, Selasa 13 Mei 2025.

Sebagai legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat XI yang meliputi Garut dan sekitarnya, Lola menyebut dirinya telah berkoordinasi langsung dengan aparat kepolisian setempat untuk mendapatkan informasi awal.

Ia menyoroti bahwa kegiatan pemusnahan amunisi seharusnya bukan hal baru bagi aparat, sehingga idealnya telah dirancang dengan perhitungan matang, terutama menyangkut keselamatan masyarakat.

“Apalagi lokasi kejadian berjarak sekitar tiga jam dari Polres. Ini seharusnya menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan yang berisiko tinggi seperti ini,” ungkapnya.

Meski demikian, Lola mengimbau masyarakat dan semua pihak untuk tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab insiden sebelum hasil investigasi resmi disampaikan.

“Kita harus menahan diri dari spekulasi yang belum tentu benar. Mari tunggu hasil investigasi agar keadilan benar-benar ditegakkan bagi para korban,” katanya.

Lola juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut. Ia mendoakan agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan.

“Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban maupun masyarakat luas. Semoga yang wafat husnul khotimah, dan yang luka segera pulih dengan penanganan medis terbaik,” ujarnya.

Diketahui, ledakan yang terjadi pada Senin itu menewaskan 13 orang, empat di antaranya adalah anggota TNI. Semua jenazah telah dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk untuk proses autopsi dan pemulasaraan. Bahan peledak yang dimusnahkan merupakan milik TNI AD dari Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III, Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad).


Editor : Firda Rachmawati