LIB Kaji Pelonggaran Suporter Tamu di Super League 2025/2026, Rival Abadi Tetap Dilarang
PT Liga Indonesia Baru (LIB) mulai membuka peluang hadirnya suporter tim tamu di stadion untuk musim kompetisi Super League 2025/2026, yang merupakan nama baru dari Liga 1.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – PT Liga Indonesia Baru (LIB) mulai membuka peluang hadirnya suporter tim tamu di stadion untuk musim kompetisi Super League 2025/2026, yang merupakan nama baru dari Liga 1.
Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menyampaikan hal tersebut usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dan luar biasa di Jakarta.
Ferry menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah mengkaji kemungkinan pelonggaran kebijakan kehadiran suporter lawan, yang sebelumnya dilarang total menyusul tragedi Kanjuruhan pada Oktober 2022.
Namun, kebijakan ini hanya berlaku untuk klub yang tidak memiliki sejarah rivalitas tinggi.
"Yang pasti tadi sudah bisa dibilang tertutup pintunya kalau suporter Persib datang ke Persija. Begitu juga suporter Persija datang ke Persib itu pasti tidak bisa," tegas Ferry Paulus dikutip dari ANTARA.
Ia menambahkan, hal yang sama berlaku untuk pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, yang juga dikenal memiliki rivalitas panas.
Namun, untuk laga-laga seperti Dewa United vs Persija atau Dewa United vs Persebaya, peluang kehadiran suporter tamu sangat terbuka.
Upaya pelonggaran ini didukung peluncuran aplikasi Sobat Liga oleh PSSI pada April lalu. Aplikasi tersebut menjadi platform resmi pembelian tiket pertandingan sekaligus menyediakan video hingga statistik pemain.
"PSSI ingin ada peningkatan keamanan, kenyamanan dan ketertiban bagi penonton khususnya penonton away," ujar Sekjen PSSI, Yunus Nusi, saat peluncuran aplikasi Sobat Liga.
Ferry juga menekankan bahwa salah satu tantangan utama dalam membuka kembali akses bagi suporter tamu adalah soal identifikasi dan data penonton.
“Yang paling mudah ini tantangan dari liga untuk bisa mendapatkan privilege untuk bisa membuka suporter away, karena yang masih dikhawatirkan PSSI, suporter ini tidak teridentifikasi (identitasnya),” ungkap Ferry.
Saat ini, PT LIB tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mendapatkan izin resmi atas kebijakan baru tersebut. Persetujuan juga diharapkan datang dari Ketua Umum PSSI dan otoritas sepak bola dunia, FIFA, guna menjamin pelaksanaan yang aman dan tertib.
"Nah, kita lagi minta persetujuan dari pihak kepolisian nanti akan juga dipandu oleh ketua umum (PSSI), supaya FIFA juga bisa memberikan restu kepada kita. Untuk klub-klub yang istilahnya tidak punya resistensi ya mudah-mudahan bisa diizinkan," jelas Ferry.
Lebih lanjut, Ferry berharap bahwa dengan brand baru I League, kompetisi domestik bisa makin profesional dan menjunjung tinggi sportivitas, termasuk dalam aspek dukungan suporter.
“Nah, kata permohonannya seperti itu. Dan kita berharap tentunya Liga Indonesia, I League (branding baru), ini bisa mendapatkan restu untuk bisa ada suporter bertamu. Tapi poinnya adalah itu,” tutupnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

