Libur Isra Mikraj dan Imlek 2025: Polres Bogor Bentuk Satgas untuk Tertibkan Joki Jalur Puncak dan Rekayasa Lalu Lintas
Menjelang liburan panjang Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek 2025, Kepolisian Resor (Polres) Bogor mengambil langkah tegas dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menertibkan praktik joki jalur alternatif di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN,Bandung – Menjelang liburan panjang Isra Mikraj dan Tahun Baru Imlek 2025, Kepolisian Resor (Polres) Bogor mengambil langkah tegas dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk menertibkan praktik joki jalur alternatif di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Langkah ini diambil guna mencegah aksi "tembak harga" kepada wisatawan yang hendak menikmati liburan di kawasan tersebut.
Kasatlantas Polres Bogor, AKP Rizky Guntama, menegaskan bahwa satgas tersebut akan melakukan patroli intensif, baik di area Exit Tol Puncak maupun di jalur alternatif yang kerap menjadi lokasi operasi para joki.
"Untuk joki itu kami sudah membuat satgas untuk mengantisipasi dimana satgas akan berpatroli setiap jamnya, baik di tol yang suka memberhentikan kendaraan itu," ujar Rizky dikutip dari ANTARA.
Praktik joki jalur alternatif ini tidak hanya merugikan wisatawan dengan menetapkan tarif yang tidak masuk akal, tetapi juga mengganggu kelancaran lalu lintas.
Menurut Rizky, aksi para joki sering kali memperlambat laju kendaraan di jalur utama dan jalur alternatif, sehingga memperburuk antrean kendaraan, terutama saat volume kendaraan meningkat.
"Yang di jalur alternatif patroli, baik dari polsek maupun satlantas, untuk mengantisipasi adanya joki-joki yang membawa wisatawan yang ke atas dengan menembak harga," tambahnya.
Selain menertibkan para joki, Polres Bogor juga memberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di jalur wisata Puncak.
Rekayasa tersebut meliputi sistem ganjil-genap serta sistem satu arah (one way) yang diterapkan secara situasional.
"One way tetap bersifat situasional. Bilamana memang dari arah Jakarta menuju Puncak ramai, kami laksanakan one way menuju ke atas. Biasanya yang akan berangkat naik ke atas pagi hari, siang hari kembali ke rumah masing-masing," jelas Rizky.
Puncak kepadatan kendaraan diperkirakan terjadi pada akhir pekan dan Rabu, 29 Januari 2025, yang merupakan hari terakhir liburan panjang.
Sebanyak 350 petugas gabungan dikerahkan untuk berjaga di sepanjang jalur Puncak yang membentang sejauh 22 kilometer.
Untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan, Polres Bogor juga mendirikan posko bantuan di beberapa titik strategis di jalur Puncak.
Posko ini disiapkan untuk membantu wisatawan yang membutuhkan informasi atau menghadapi kendala, baik terkait kesehatan maupun kendaraan mereka.
"Silakan didatangi jika memerlukan bantuan anggota. Kami siap melaksanakan tugas dan siap membantu masyarakat," kata Rizky.
Selain itu, wisatawan diimbau untuk menjaga kesehatan serta memastikan kondisi kendaraan mereka prima sebelum berangkat ke kawasan Puncak.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan
