Naik Hanya 10 % di Libur Imlek, Pengelola Floating Market Lembang Fokus ke Lebaran

Kunjungan wisatawan ke Floating Market Lembang hanya 10 persen saat libur Imlek manajemen fokus ke libur Lebaran

Naik Hanya 10 % di Libur Imlek, Pengelola Floating Market Lembang Fokus ke Lebaran
Manajemen Floating Market Lembang fokus ke libur Lebaran setelah musim libur Imlek kemarin peningkatan wisatawan hanya 10 persen. (Agus Satia Negara/inilahkoran)


INILAHKORAN.ID – Libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang seharusnya menjadi momen untuk meraup keuntungan nyatanya belum mampu mendongkrak pendapatan sektor pariwisata.

Kondisi tersebut dirasakan salah satu objek wisata terbesar di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), yakni Floating Market.

Pengelola mencatat kenaikan hanya sekitar 10 persen, hal ini menunjukkan momentum libur ini belum sepenuhnya mendorong mobilitas wisatawan seperti tahun-tahun sebelumnya.
 
Manager Operasional Floating Market Lembang, Melanie Karnadi mengakui peningkatan yang terbatas ini disebabkan oleh kedekatan periode libur dengan persiapan masyarakat menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. 

Menurutnya, sebagian besar orang memilih untuk menghabiskan waktu bersama keluarga atau melakukan aktivitas tradisi lainnya, sehingga minat untuk berwisata agak berkurang. 

"Pada libur panjang Imlek ada kenaikan, tapi tidak terlalu signifikan. Sekitar 10 persen peningkatan kunjungan wisatawan," kata Melanie, Rabu 18 Februari 2026.

Melanie menuturkan, komposisi pengunjung masih didominasi oleh wisatawan domestik dari luar Bandung. 

"Untuk wisatawan mancanegara juga tercatat hadir, meskipun jumlahnya terbatas dan sebagian besar berasal dari negara-negara regional seperti Malaysia dan Singapura," tuturnya.
 
Menanggapi kondisi tersebut, pengelola mulai mengalihkan fokus persiapan mereka ke momentum libur Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah, yang diprediksi bakal menjadi periode kunjungan puncak berikutnya. 

"Untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata keluarga, berbagai pembaruan wahana telah disiapkan. Salah satu fasilitas terbaru adalah Kereta Danau dan wahana Floating Cruise Lambho, yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman rekreasi berbasis air yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga,"bebernya.
 
Selain inovasi wahana, pengelola juga memperhatikan faktor cuaca untuk menjaga kenyamanan pengunjung. 

"Meskipun hujan sering turun pada sore hari, kami juga menyediakan alternatif aktivitas di area kuliner, seperti food court dan pasar apung, sehingga pengunjung tetap bisa menikmati waktu mereka meskipun cuaca tidak mendukung," imbuhnya.
 
Dalam rangka memeriahkan perayaan Imlek, ungkap Melanie, pihaknya juga menghadirkan pertunjukan barongsai dan liong dari kelompok Tian Long Shi Dui. 

"Atraksi ini dikemas dengan cara yang unik, di mana para penampil berkeliling danau menggunakan kereta dan perahu, memberikan pengalaman yang berbeda dan menghibur bagi pengunjung," katanya. 

Meskipun jumlah pengunjung belum memuncak, Melanie berharap, adanya pertunjukan ini dapat menarik minat wisatawan sepanjang hari dan meningkatkan jumlah kunjungan.
 
"Kami berharap momen libur Imlek tahun ini dapat membawa dampak positif bagi sektor pariwisata dan keberkahan bagi masyarakat luas," ungkapnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti