Libur Lebaran Jadi Momentum Korting Pajak Kendaraan 10 Persen

Pemprov Jabar memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk menjaga pemasukan daerah, sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak. 

Libur Lebaran Jadi Momentum Korting Pajak Kendaraan 10 Persen
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan, kebijakan ini menyasar seluruh pemilik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tanpa pengecualian. Layanan pembayaran pun tetap dibuka meski berada di tengah libur panjang. (dok)

INILAHKORAN.ID - Pemprov Jabar memanfaatkan momentum libur Lebaran untuk menjaga pemasukan daerah, sekaligus mendorong kepatuhan wajib pajak

Strateginya, dengan memberikan potongan atau korting pajak kendaraan bermotor sebesar 10 persen yang berlaku selama masa liburan.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menegaskan, kebijakan ini menyasar seluruh pemilik kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, tanpa pengecualian. Layanan pembayaran pun tetap dibuka meski berada di tengah libur panjang.

"Untuk para pembayar pajak kendaraan bermotor, selama libur Lebaran ini, kita tetap buka dengan pajaknya di diskon 10 persen," ujar Dedi, Rabu 18 Maret 2026.

Pendekatan yang digunakan tidak hanya mengandalkan layanan konvensional, tetapi juga memaksimalkan kanal digital. Masyarakat didorong memanfaatkan e-Samsat melalui aplikasi Sambara dalam Sapa Warga maupun SIGNAL (Samsat Digital Nasional) untuk kemudahan transaksi tanpa harus datang langsung.

"Slakan diakses di kanal e-Samsat. Melalui aplikasi Sambara di Sapa Warga atau bisa melalui aplikasi Signal. Ayo, daripada uangnya habis dipakai Lebaran, lebih baik lumayan tuh bayarin pajak 10 persen diskonnya," ucapnya.

Di luar kebijakan fiskal, Dedi juga menyisipkan pesan sosial di penghujung Ramadan. Ia mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga stamina hingga hari kemenangan tiba.

"Puasa sudah hari yang ke-28, dan ada yang ke-29. Tahan dulu, ada yang satu hari lagi, dua hari lagi," ucapnya.

Menjelang arus mudik, ia turut menggarisbawahi pentingnya keselamatan perjalanan. Menurutnya, kehati-hatian harus menjadi prioritas utama dibanding kecepatan sampai tujuan.

"Yang mudik saya ucapkan selamat bertemu bersama keluarganya. Hati-hati di jalan, lebih baik menepi daripada memaksakan diri. Apabila anda ngantuk dan kelelahan. Biar lambat yang penting selamat," tandasnya. 


Editor : Doni Ramdhani