INILAH, Bandung - Intensitas hujan yang relatif tinggi mengakibatkan tanah di sejumlah jalur kereta api longsor. Dampaknya, sejumlah perjalanan KA tertahan di stasiun terdekat.
Manager Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus mengatakan, longsor di jalur KA itu sempat terjadi di Km 133+4/5 Sabtu (15/12/2018) kemarin. Lokasi itu berada di antara Stasiun Cikadongdong dan Stasiun Rendeh pada pukul 12.45 WIB.
Adanya tanah longsor itu diakuinya berdasarkan laporan masinis KA Argo Parahyangan Tambahan yang melewati jalur tersebut. Usai mendapat laporan tersebut, pihak Daop 2 segera melakukan perbaikan.
Saat itu, untuk sementara pihaknya terpaksa menghentikan operasi kereta yang akan melewati lokasi. Terdapat lima perjalanan kereta api yang tertahan. Yakni, dua KA Argo Parahyangan menuju Jakarta dan tiga KA Argo Parahyangan menuju Bandung.
"Demi keselamatan perjalanan kereta api, beberapa kereta api ditahan di stasiun terdekat. Oleh karena itu akan terjadi keterlambatan kedatangan dan keberangkatan. Kepada pengguna jasa layanan KA, kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini," kata Joni, Ahad (16/12/2018).
Menurutnya, dengan penanganan yang sigap dan cepat hanya dalam waktu tiga jam jalur tersebut bisa dilalui kembali. Pada pukul 15.20 WIB, KA 23 yaitu KA Argo Parahyangan tujuan Jakarta merupakan kereta pertama melewati lokasi.
Joni menambahkan, pada musim penghujan ini semua jajaran Daop 2 dalam kondisi siap siaga. Hal ini berkaitan dengan kondisi jalur kereta api di Daop 2 yang melewati daerah-daerah yang memiliki curah hujan ekstrim sehingga berpotensi pada gangguan perjalanan kereta seperti banjir, longsor, atau ambles. Untuk itu, pihaknya siaga 24 jam di beberapa lokasi untuk mengantisipasi gangguan perjalanan KA.