Lulusan PT Harus Berkontribusi kepada Masyarakat
Perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusannya agar siap berkontribusi kepada masyarakat, bukan hanya siap bersaing di dunia kerja. Sebab, ada perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusannya agar siap berkontribusi kepada masyarakat, bukan hanya siap bersaing di dunia kerja. Sebab, ada perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya.
Rektor Universitas Trilogi Shahnaz Ubud mengatakan, agar lulusan perguruan tinggi siap berkontribusi kepada masyarakat, maka dibutuhkan perhatian ekstra terhadap program pengabdian masyarakat.
"Pengabdian pada masyarakat ini harus mendapatkan perhatian lebih. Sebab di era Revolusi Industri 4.0 saat ini keterlibatan masyarakat menjadi lebih sedikit," kata Shahnaz di Jakarta, Minggu (28/4/2019).
Makanya, lanjut Shahnaz, diperlukan suatu langkah maju ke era masyarakat 5.0 yang memberikan porsi lebih kepada sektor pengabdian. Dia memberikan contoh tentang kampusnya yang mempunyai desa pengabdian yang di dalamnya banyak membantu menyelesaikan masalah terkait perdesaan.
"Begitu juga dosen-dosen, hasil penelitian tidak hanya sekadar jurnal, tapi bisa diterapkan di masyarakat," ujar Shahnaz.
Sebelumnya, Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan perguruan tinggi terutama politeknik harus mampu mengembangkan potensi sumber daya alam dan manusia setiap daerah, sekaligus mendorong perekonomian daerah tersebut.
Nasir menjelaskan, salah satu fokus utama Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yakni mengembangkan pendidikan vokasi dan politeknik agar dapat menjadi kotor penggerak penghasil sumber daya manusia terampil.
Dia menegaskan negara yang maju bukan ditentukan oleh jumlah sumber daya alam ataupun jumlah penduduk, namun penguasaan teknologi dan inovasi.
Oleh karena itu pemerataan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia merupakan salah satu program prioritas Pemerintah untuk menghasilkan SDM unggul dan berdaya saing tinggi, tidak hanya di perkotaan atau pulau Jawa namun juga di seluruh daerah di Indonesia.
“Fokus pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia adalah Indonesia sentris, tidak boleh lagi pendidikan tinggi berkualitas hanya terpusat di daerah tertentu saja seperti Pulau Jawa. Kehadiran Poltek Negeri Bima ke depannya diharapkan akan menjadi solusi bagi masyarakat, ” kata Nasir belum lama ini. (Daulat Fajar Yanuar)
Editor : suroprapanca

