Luncurkan Tasik Pintar TK Negeri Rakyat, Pemkot Sasar 840 Anak Keluarga Tak Mampu
Pemkot Tasikmalaya resmi meluncurkan program Tasik Pintar TK Negeri Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan anak usia dini bagi keluarga kurang mampu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pemkot Tasikmalaya resmi meluncurkan program Tasik Pintar TK Negeri Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan anak usia dini bagi keluarga kurang mampu.
Peluncuran program tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan perlengkapan sekolah kepada peserta didik dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 di TK Negeri Pembina, Jalan Lingkar Dadaha, Kota Tasikmalaya, Senin (3/8/2026).
Seremoni dipimpin Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan didampingi Bunda PAUD sekaligus Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya Elvira Kamarrow Putri serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Rojab Riswan Taufik.
Viman mengatakan, Tasik Pintar TK Negeri Rakyat merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dirancang untuk melengkapi Program Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat.
Menurutnya, program pusat baru mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA, sehingga pemerintah daerah menghadirkan inovasi dengan menyasar pendidikan anak usia dini.
"Hari ini kita meluncurkan program Tasik Pintar TK Negeri Rakyat. Ada 840 anak yang dibantu oleh Pemkot Tasikmalaya. Harapannya program ini bisa terintegrasi dengan Sekolah Rakyat dari pemerintah pusat," kata Viman.
Dia menyebutkan, program tersebut menjadi inovasi daerah yang diyakini sebagai yang pertama di wilayah Priangan Timur, bahkan berpeluang menjadi pelopor di tingkat nasional.
Viman menegaskan, pendidikan usia 0 hingga 6 tahun merupakan fase emas yang sangat menentukan pembentukan karakter, mental, dan kasih sayang anak. Menurutnya, investasi pada pendidikan usia dini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.
"Pendidikan anak usia dini sangat penting. Pada usia emas inilah karakter, mental, dan kasih sayang harus dibangun dengan baik. Jika tidak dipersiapkan sejak sekarang, akan sulit menciptakan generasi emas 2045," ujarnya.
Selain pendidikan, Viman juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk bidang kesehatan. Ia menyebut capaian imunisasi anak di Kota Tasikmalaya pada 2026 telah melampaui 91 persen dan status zero dose berhasil dipertahankan sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Tasikmalaya Elvira Kamarrow Putri menjelaskan penerima bantuan dipilih berdasarkan data keluarga desil 1 dan desil 2 yang diverifikasi langsung oleh kader Posyandu. Pendataan dilakukan agar bantuan tepat sasaran sekaligus mendukung program wajib belajar 13 tahun.
"Verifikasi dilakukan langsung oleh kader Posyandu di lapangan sehingga penerima benar-benar berasal dari keluarga yang layak mendapatkan bantuan. Total ada 840 anak yang tersebar di berbagai TK di Kota Tasikmalaya," kata Elvira.
Editor : Doni Ramdhani


