Mac Allister Tegaskan Argentina Tanpa Tekanan Hadapi Inggris
Gelandang Argentina Alexis Mac Allister mengaku tanpa tekanan jelang menghadapi Inggris dan yakin bisa meraih tiket ke final
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Gelandang Argentina, Alexis Mac Allister, menegaskan skuatnya sama sekali tidak merasakan tekanan menjelang laga krusial semifinal Piala Dunia 2026 kontra Inggris.
Partai klasik Argentina vs Inggris tersebut akan digelar di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
"Kami tidak merasakan tekanan. Modal pengalaman di semifinal Piala Dunia sebelumnya diharapkan bisa menjadi keuntungan bagi kami," ujar Mac Allister, seperti dikutip dari Antara, Rabu (15/7/2026).
Meski percaya diri, bintang Liverpool tersebut enggan memandang remeh kekuatan The Three Lions. Di bawah asuhan Thomas Tuchel, Inggris dinilai memiliki potensi besar untuk menyulitkan langkah Albiceleste.
"Inggris dihuni sederet pemain luar biasa dan ditangani oleh pelatih berkualitas. Saya sama sekali tidak terkejut melihat mereka bisa melangkah sejauh ini," kata pemain berusia 27 tahun itu.
Mac Allister menambahkan, bentuk penghormatan tertinggi Argentina terhadap lawan adalah dengan selalu tampil total demi mengamankan kemenangan. Ia memastikan seluruh penggawa Argentina siap tampil habis-habisan di lapangan hijau.
"Kami akan mengerahkan segala kemampuan terbaik yang kami miliki," tuturnya.
Ambisi besar memang sedang diusung anak-anak asuh Lionel Scaloni untuk mempertahankan trofi emas yang mereka raih pada edisi 2022 lalu. Misi meremukkan Inggris pun menjadi harga mati demi menyegel satu tiket ke babak final.
Berdasarkan catatan historis, kedua tim total telah bertemu sebanyak 14 kali. Inggris unggul dengan enam kemenangan, berbanding tiga kemenangan milik Argentina, sementara sisanya berakhir imbang.
Pertemuan terakhir kedua tim di panggung Piala Dunia terjadi pada babak 16 besar edisi 1998. Kala itu, laga sengit berakhir imbang 2-2 di waktu normal dan babak tambahan, sebelum akhirnya Argentina mendepak Inggris lewat drama adu penalti dengan skor 4-3.
Namun, sejarah paling ikonik dari rivalitas kedua negara tetap tertuju pada perempat final Piala Dunia 1986. Argentina sukses membungkam Inggris 2-1 lewat dua gol legendaris Diego Maradona—gol "Tangan Tuhan" dan "Gol Terbaik Abad Ini"—yang sekaligus melapangkan jalan Argentina merengkuh trofi juara dunia kala itu.
Hingga saat ini, Argentina telah mengoleksi tiga trofi Piala Dunia (1978, 1986, 2022), sedangkan Inggris baru mengoleksi satu gelar yang diraih pada 1966 silam.
Editor : Ahmad Sayuti

