Madrid vs Ajax, Raksasa Sedang Rapuh

Ajang Liga Champions bisa jadi satu-satunya 'penyelamat' musim Real Madrid. Tapi, Ajax Amsterdam ingin membunuh harapan sang juara bertahan.

 Madrid vs Ajax, Raksasa Sedang Rapuh
Prakiraan pemain dan head to head Real Madrid vs Ajax Amsterdam
 
INILAH, Madrid- Ajang Liga Champions bisa jadi satu-satunya 'penyelamat' musim Real Madrid. Tapi, Ajax Amsterdam ingin membunuh harapan sang juara bertahan.
 
Real Madrid sedang terluka. Dua kekalahan beruntun dari Barcelona di kandang sendiri, Santiago Bernabeu bak pukulan telak bagi skuat besutan Santiago Solari itu.
 
Pertama, Madrid takluk 0-3 di tangan sang rival abadi dalam leg kedua semifinal Copa del Rey. Mereka pun dipastikan tersingkir dengan agregat 1-4.
 
Tiga hari berselang, Madrid lagi-lagi bertekuk lutut di tangan Los Azulgrana. Kali ini di ajang La Liga Spanyol, dengan skor tipis 1-2. Los Merengues pun makin tercecer dari perburuan gelar juara. Mereka kini menempati posisi ketiga, tertinggal 12 poin dari Barcelona di puncak.
 
Maka, Liga Champions bak harapan terakhir bagi Madrid. Kebetulan, mereka sudah punya modal berharga untuk melaju ke perempatfinal.
 
Madrid berbekal keunggulan 2-1 jelang leg kedua babak 16 besar melawan Ajax Amsterdam di Santiago Bernabeu, Rabu (6/3) dini hari WIB. Tapi sang lawan, benar-benar percaya diri bisa memanfaatkan kondisi psikologis tuan rumah yang sedang ambruk.
 
"Real Madrid mungkin favorit karena unggul dua gol tandang. Tapi kami belum menyerah, kami bisa mengubah nasib," kata penyerang Ajax, Frankie de Jong dilansir Marca.
 
De Jong yang musim depan gabung Barcelona, merasa kekuatan Madrid makin melemah seiring absennya sang kapten, Sergio Ramos.
 
Ramos terpaksa harus menjalani hukuman UEFA akibat akumulasi kartu sekaligus terbukti sengaja mencari kartu kuning di leg pertama. Dia mendapat hukuman tambahan berupa larangan merumput dua laga.
 
De Jong memastikan Ramos akan menyesali ulahnya dengan sengaja mendapat kartu kuning pada leg pertama lalu. "Sergio Ramos mungkin akan menyesali perbuatannya," tegasnya.
 
Di sisi lain Manajer Madrid, Santiago Solari berharap timnya melupakan tiga kekalahan beruntun di pentas domestik. Dia juga enggan ambil pusing atas buruknya kinerja lini depan.
 
"Itu (mandulnya lini depan) bisa saja terjadi. Terkadang bola masuk ke gawang, kadang tidak," kata Solari selepas kekalahan 0-1 melawan Barcelona, beberapa waktu lalu.
 
Solari bersikeras timnya akan terus berusaha melancarkan serangan ketika menghadapi Ajax nanti. Dia hanya ingin para striker mencetak gol dan menemukan kembali kepercayaan diri.
 
"Kami akan berusaha melakukan apa yang tidak berhasil pada hari ini ataupun di laga sebelumnya, untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Kami akan terus mencoba," tandas Solari.


Editor : inilahkoran