Mahata Optimistis Raup Pendapatan US$1,5 Miliar 

Mahata Aero Teknologi menentukan langkah berani. Di industri penerbangan nasional, perusahaan yang berdiri pada 2017 itu sempat menjadi perbincangan bisnis dalam beberapa pekan terakhir.

Mahata Optimistis Raup Pendapatan US$1,5 Miliar 
istimewa

INILAH, Bandung - Mahata Aero Teknologi menentukan langkah berani. Di industri penerbangan nasional, perusahaan yang berdiri pada 2017 itu sempat menjadi perbincangan bisnis dalam beberapa pekan terakhir.

Direktur Mahata Aero TeknologiThomas Widodo mengatakan, pihaknya berani menandatangani kerja sama dengan Garuda Indonesia. Pihaknya berani meneken kerja sama dengan Garuda dengan konsekuensi mencatatkan utang sebesar US$239 juta kepada Garuda dalam periode 15 tahun ke depan. 

Dia menyebutkan, langkah berani tersebut dilakukan berdasarkan perhitungan bisnis konservatif yang dilakukan Mahata. Model bisnis itu diakuinya dalam 15 tahun ke depan akan menghasilkan pendapatan tidak kurang dari US$1,5 miliar. 

“Dari perhitungan konservatif, kami sebetulnya cukup pede (percaya diri) dengan angka yang di Laporan Keuangan Garuda 2018. Dengan konsep yang sudah kita perhitungkan, dengan penandatanganan itu kita optimistis bisa meraup pendapatan mencapai US$1,5 miliar,” kata Thomas dalam rilis yang diterima, Kamis (8/5).

Menurutnya, kepercayaan diri itu bukan semata atas perhitungan di atas kertas semata. Pasalnya, di belakang Mahata itu ada beberapa mother vessel yang siap mendukung. Salah satunya dari Uni Emirat Arab yang siap mengucurkan dana sebesar US$21 juta pada tahun pertama, 2019. Dana itu diakunya akan dialokasikan untuk pengadaan infrastruktur digital di 10 unit pesawat Citilink.

“Kita harus meyakinkan publik bahwa ini bisnis yang make sense dengan cara kita harus membuktikannya, karena di belakang kami ada beberapa investor besar, tapi kita gak bisa sebutkan. Seberapa yakin kita bisa make money? Cuma satu cara, prove it. Kita percaya ini bisa, walaupun kendalanya banyak,” jelasnya.

Dia menjelaskan, pada era digital itu kelancaran komunikasi merupakan sebuah kebutuhan, termasuk dalam industri penerbangan pesawat. Selama ini, Garuda mencoba menawarkan kepada penumpang dengan menyediakan interconnectivity dan entertainment system dalam penerbangan.

Namun, Garuda diakuinya harus mengeluarkan uang untuk memasang infrastruktur di pesawat, membayar ke provider koneksi internet, dan membeli konten tayangan. Melalui kerja sama dengan Mahata, semua biaya investasi yang harusnya dikeluarkan ke Garuda diambilalih Mahata. Bahkan, menghasilkan pendapatan baru bagi Garuda.

“Dari situ kita melihat satu peluang, dan ini sesuatu yang belum digarap.Inilah kenapa ide itu muncul. Ketika ide itu dikemukakan, orang-orang dari kalangan tradisional advertiser, entertainment, movie, kita dibilang gila. Sama seperti Gojek pertama kali diluncurkan, itu mengubah tatanan apa yang lazimnya terjadi. Jadi, ini soal cara pandang, approach. Bahkan beberapa perusahaan di luar negeri kagum dengan konsep ini, mereka ingin bergabung dengan Mahata,” kata Thomas.

Melalui kerjasama antara Mahata dengan Garuda itu ada tiga poin yang bisa dicatat. Pertama, Mahata mengambilalih cost dari Garuda. Kedua, Garuda mendapat income tambahan dari pembayaran dari Mahata. Ketiga, dari segi konsep penerbangan ber-Wifi yang sudah semakin umum, akan meningkatkan load factor penerbangan Garuda. 

“Kita membantu Garuda secara financial dan promosi dari segala sisi,” tambahnya.


Editor : Doni Ramdhani