Maksimalkan Lokal, Upaya Disperindag Jabar Penuhi Pasokan Bawang Putih
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat siapkan strategi untuk memenuhi pasokan bawang putih. Menyusul pembatasan impor buntut merebaknya virus corona.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat siapkan strategi untuk memenuhi pasokan bawang putih. Menyusul pembatasan impor buntut merebaknya virus corona.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jabar Eem Sujaemah mengatakan, pihaknya bakal mencari pasokan bawang putih dari sentra produksi lokal.
"Ada beberapa daerah (sentra bawang putih) di kita (Jawa Barat), antara lain Indramayu, Garut, dan Tasikmalaya," ujar Eem.
Menurut dia, meski 90% pasokan bawang putih berasal dari Cina, tiga daerah penghasil bawang putih lokal diharapkan bisa mengisi kebutuhan lokal sementara.
Eem menilai, ketiadaan bawang putih menurutnya tidak akan terlalu berpengaruh pada kebutuhan rumah tangga. Namun pihaknya memastikan tetap mencari solusi dengan Tim Pengendali inflasi Daerah karena Bulog tidak bisa menyediakan komoditas ini untuk stok pasar. “Satu-satunya impor pangan dari Cina ke Jawa Barat cuma bawang putih,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengatakan harga bawang putih saat ini mulai merangkak naik akibat kebijakan pembatasan impor tersebut. “Pantauan kami di Jawa Barat sampai pekan ini harga bawang putih tertinggi sudah mencapai Rp43.000/kilo. Dari Desember sampai awal Januari itu masih di Rp32.000/kilo,” kata dia. (rianto nurdiansyah)
Editor : suroprapanca


