Mantan Komisioner KPK Apresiasi Mundurnya Mahfud MD dari Menkopolhukam
Mantan Komisioner KPK Erry Riyana Hardjapamekas mengapresiasi keputusan Mahfud MD, yang mengundurkan diri sebagai Menkopolhukam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Mantan Komisioner KPK Erry Riyana Hardjapamekas mengapresiasi keputusan Mahfud MD, yang mengundurkan diri sebagai Menkopolhukam.
Erry mengatakan, walaupun sedikit terlambat. Keputusan Mahfud MD untuk mundur setidaknya lebih baik, dalam menjaga atmosfer Pemilu 2024 agar berjalan kondusif. Mengingat saat ini Mahfud maju sebagai kandidat calon wakil presiden (Cawapres).
Erry berharap langkah Mahfud ini dapat ditiru oleh pejabat lain, seperti Airlangga Hartarto, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Gibran Rakabuming Raka, Prabowo Subianto dan lain-lain, agar tidak menimbulkan stigma konflik kepentingan. Atau setidaknya kata dia, mengajukan cuti panjang selama proses Pemilu 2024 berlangsung.
"Harusnya minimal cuti panjang. Paling bagus adalah mundur, sehungga tidak ada beban atau benturan kepentingan. Pak Mahfud walaupun terlambat, ya lebih baik. Harusnya ketika dicalonkan, langsung mundur," kata Erry usai acara diskusi bersama relawan jagapemilu.com di Jalan Asia-Afrika belum lama ini.
Terlebih lanjut dia, ada potensi pejabat menggunakan fasilitas negara, baik disengaja atau tidak ketika menjalankan dua kepentingan tersebut secara bersamaan. Dimana hal ini tentunya akan mencederai demokrasi dalam Pemilu 2024.
Sebab memanfaatkan jabatan publik untuk kepentingan politik pribadi atau kelompok kata dia, sudah jelas dilarang oleh undang-undang. Walaupun undang-undang tidak melarang pejabat berkampanye, yang tentunya juga memiliki syarat dan ketentuan supaya tidak kebablasan.
"Jadi memang seharusnya mundur. Sehingga kecurigaan menggunakan fasilitas negara menjadi hilang. Makanya saya bilang, Pemilu sekarang yang paling mengkhawatirkan," pungkasnya. (Yuliantono)
Editor : Ahmad Sayuti
