Mapolsek Dayeuhkolot Direndam Banjir hingga Lebih dari Satu Meter

Banjir yang merendam kawasan Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang tak kunjung surut. Bahkan banjir kali ini tergolong cukup besar hingga Kantor Polsek Dayeuhkolot pun terendam setinggi kurang lebih 100 sentimeter, Rabu (1/4/2020).

Mapolsek Dayeuhkolot Direndam Banjir hingga Lebih dari Satu Meter
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung- Banjir yang merendam kawasan Kecamatan Dayeuhkolot, Baleendah dan Bojongsoang tak kunjung surut. Bahkan banjir kali ini tergolong cukup besar hingga Kantor Polsek Dayeuhkolot pun terendam setinggi kurang lebih 100 sentimeter, Rabu (1/4/2020).

Hujan deras yang terjadi sejak Senin (30/3) lalu, mengakibatkan banjir di tiga kecamatan langganan banjir di Kabupaten Bandung semakin parah. Selain merendam ribuan pemukiman warga dan memutus jalur transportasi, banjir juga merendam Kantor Polsek Dayeuhkolot.

Air merendam bangunan kantor dan juga kendaraan roda empat dan roda dua yang berada di halaman Polsek Dayeuhkolot pun tak luput dari genangan. 

Kapolresta Bandung Kombes Pol Hendra Kurniawan, melalui Kapolsek Dayeuhkolot Kompol Sudrajat mengatakan, wilayah Kecamatan Dayeuhkolot memang menjadi langganan banjir. Namun banjir kali ini lebih besar dari biasanya. Penyebabnya, hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Bandung hingga menyebabkan luapan Sungai Citarum masuk ke pemukiman warga termasuk Kantor Polsek Dayeuhkolot.

"Dari malam akses jalan sudah lumpuh tidak bisa dilewati kendaraan. Aliran lisrtrik juga sudah diputus sama PLN untuk menhindari hal yang tak diinginkan. Sejumlah kendaraan milik anggota Polsek dan kendaran operasiomal tidak bisa dipergunakan karena terendam," kata Kapolsek Dayeuhkolot, Kompol Sudrajat, Rabu (1/4/2020).

Menurut Sudrajat, meskipun saat ini Polsek Dayeuhkolot tidak bisa melayani administrasi. Namun ia dan jajarannya bersama Polresta Bandung tetap memberikan pelayanan pada masyarakat.  Yakni dengan melaksanakan patroli dan mengecek langsung kondisi wilayah Kecamatan Dayeuhkolot yang mengalami banjir dengan menggunakan perahu kayu. Kemudian membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir dirumahnya.

"Langkah kami dari Polsek Dayeuhkolot mengecek langsung ke warga yang terkena dampak banjir dan berkoordinasi dengan mereka agar selalu waspada. Kemudian jika hujan turun kembali dan  ketinggian air akan terus meningkat warga yang terkena dampak banjir harus segera di evakuasi," ujarnya.

Sudrajat juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kesehatan dan keselamatan.

“Kami akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan genangan air, mengingat cuaca setiap harinya turun hujan," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung menyebutkan, sebanyak 9.285 rumah di Kabupaten Bandung terendam banjir akibat luapan Sungai Citarum.  Akibatnya, sebanyak 315 jiwa dari total warga terdampak sebanyak 15.639 Kepala Keluarga (KK) atau 56.251 jiwa itu harus mengungsi ke tempat yang aman. 

Kecamatam Dayeuhkolot menjadi wilayah paling parah terendam banjir. Sebanyak 5.688KK atau 19.696 jiwa warga tersebar di tiga desa yakni Desa Dayeuhkolot, Desa Citeureup dan Kelurahan Pasawahan terdampak banjir sejak Senin (30/3). Ketinggian air di tiga desa ini antara 10 sentimeter hingga 2 meter lebih.

Di Dayeuhkolot ini, banjir merendam sebanyak 4.092 rumah, 8 tempat ibadah dan 2 sekolah, dengan rata-rata tinggi muka air sekitar 10-280 sentimeter. Akibatnya sebanyak  33 KK dengan 111 jiwa mengungsi harus mengungsi.

 Banjir juga merendam 4.439 rumah warga, 26 sekolah dan 38 tempat ibadah di Kecamatan Baleendah. Banjir dengan ketinggian antara 20 hingga 290 sentimeter itu mengakibatkan 5.515 KK atau 20.518 jiwa terdampak. Sebagian dari warga telah berada di beberapa titik pengungsian, salah satunya di Gedung Inkanas Baleendah. (rd dani r nugraha)


Editor : Bsafaat