Masker dan Antiseptik di Kabupaten Bandung Kosong Sejak Februari

Habisnya masker sekali pakai dan cairan antiseptik ternyata tak hanya terjadi di kota kota besar saja. Di Kabupaten Bandung beberapa apotek sudah tak menjual lagi kedua barang tersebut sejak awal Februari lalu.

Masker dan Antiseptik di Kabupaten Bandung Kosong Sejak Februari
Foto: Dani R Nugraha

INILAH,Bandung- Habisnya masker sekali pakai dan cairan antiseptik ternyata tak hanya terjadi di kota kota besar saja. Di Kabupaten Bandung beberapa apotek sudah tak menjual lagi kedua barang tersebut sejak awal Februari lalu.

Winda salah seorang karyawan bagian pengadaan di Apotek Ihsan Farma di Jalan Raya Terusan Kopo KM 14 Soreang, mengatakan, kelangkaan masker sekali pakai itu terjadi sejak awal Februari lalu. Saat itu meski mulai langka, namun harga masih tetap yakni Rp 40 per box isi 50 pcs. Namun pembelian dibatasi maksimal 10 box saja.

"Nah pertengahan Februari, masker sekali pakai dengan merek paling bagus itu sudah enggak ada. Distributor juga enggak kirim barang lagi, adapun masker dengan merek murah yang dulu cuma Rp 15 per box naik jadi Rp 50 ribu. Begitu juga dengan cairan anti septik untuk cuci tangan, sejak awal Februari barangnya enggak ada. Di apotik cabang kami juga sama kosong sejak Februari lalu,"kata Winda, Rabu (4/3/2020).

Kalaupun masih ada, kata Winda, harga jual masker sekali pakai merek terbaik itu sudah tak masuk akal. Dari biasanya harga eceran satuan Rp 1500, kini menjadi Rp 5000. Makanya, apotik tempatnya bekerja itu sudah tidak lagi menjual masker sekali pakai. Sedangkan masker yang terbuat dari kain, hingga saat ini harganya masih stabil yakni Rp 4000 per pcs dan stoknya terbilang banyak.

"Banyak yang beli itu penimbun buat dijual lagi mungkin yah. Soalnya kalau pembeli untuk dipakai yah paling banyak 5 pcs, kalau penimbun kan beberapa box sekali beli. Makanya sekarang langka dan hargamya melambung, saya lihat di toko online harga per box nya mencapai Rp 900 ribu. Setiap hari juga banyak orang datang mencari masker, sampai akhirnya kami tulis didepan kosong, karena bosan menjawab pertanyaan konsumen," ujarnya.

Winda melanjutkan, sebelum adanya isu virus corona atau covid 19, rata rata penjualan masker sekali pakai di apotiknya itu per minggu antara 5-6 box saja. Kebanyakan pembeli eceran dengan harga satuan Rp 1500 untuk masker dengan merek terbaik. Kalaupun ada pembeli dalam jumlah besar untuk keperluan para pegawai di beberapa pabrik yang adi disekitar Katapang dan Soreang.

"Untuk cairan anti septik pencuci tangan di apotik kami biasanya jual dua merek. Nah sejak Februari itu sampai sekarang kosong, distributor sudah enggak ada kirim barang. Dan kami juga enggak tahu sampai kapan kelangkaan masker dan anti septik ini akan terjadi," katanya. (rd dani r nugraha).

 


Editor : Bsafaat