Masuk Zona Rawan Bencana, R2B Berikan Edukasi Mitigasi Bencana bagi Siswa dan Guru SMPN 3 Saguling
Respond and Rescue Bandung Barat atau R2B memberikan edukasi mitigasi kebencanaan dengan menyasar para pelajar di Kabupaten Bandung Barat (KBB) tepatnya di SMPN 3 Saguling.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Edukasi Mitigasi Bencana kali ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan mengingat Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu wilayah yang rentan terjadi berbagai bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung hingga pergerakan tanah.
Kegiatan implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) kali ini dilakukan dengan menyasar warga SMPN 3 Saguling di Desa Bojong Haleuang, Kecamatan Saguling, KBB.
"SPAB bertujuan untuk meningkatkan keselamatan warga sekolah dari risiko bencana. SPAB melibatkan seluruh komunitas pendidikan, termasuk siswa, guru, dan staf sekolah, dalam upaya meminimalkan risiko serta merencanakan dan merespon kejadian bencana dengan efektif,” kata Fasilitator SPAB, Agen K. Setiawan belum lama ini.
Agen menjelaskan, fasilitator SPAB bertugas untuk mengedukasi dan membantu sekolah dalam membuat rancangan sistem SPAB.
Tak cuma itu, pihaknya pun harus mengintegrasikan konsep SPAB dengan kurikulum sekolah. Menurutnya, hal itu sebagai langkah penting untuk memastikan bahwa pendidikan keamanan bencana menjadi bagian dari proses pembelajaran.
“Implementasi SPAB ada beberapa model yaitu masuk dalam muatan lokal, integrasi kurikulum, dan ektrakurikuler," jelasnya.
Agen menyebut, implementasi SPAB juga penting untuk mempersiapkan sumberdaya manusia yang ada di sekolah terutama guru sehingga dapat menunjang proses pembelajaran penanggulangan bencana.
"Dalam kegiatan simulasi kami juga menyosialisasikan beberapa hal kepada peserta agar mereka bagaimana respons yang harus dilakukan untuk meminimalisir korban dan cara penanganannya," sebutnya.
Selain meningkatkan kewaspadaan, sambung Agen, pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana alam mengingat bahwa fase pra-bencana seperti mitigasi dan kesiapsiagaan belum menjadi perhatian.
Padahal, tambah Agen, KBB ini merupakan wilayah dengan berbagai ancaman bencana. Sehingga, pihaknya harus turut berpartisipasi untuk menguatkan fase pra-bencana ini baik di sekolah maupun masyarakat.
"Panggilan kemanusiaan merupakan misi utama R2B. Sehingga R2B mengajak sekolah-sekolah untuk ikut menjadi SPAB dengan menyesuaikan kondisi dan kemampuan sekolah," ujarnya.
"Setidaknya ada pengenalan terkait kebencanaan terlebih dahulu di sekolah. Sehingga nantinya diharapkan dari pengenalan ini dapat menjadi pemantik untuk dimasukkan program tahunan di sekolah,” tandasnya.
Kepala SMPN 3 Saguling, Shinta Ayu Kencana mengapresiasi program tersebut yang bertujuan agar warga sekolah memiliki pemahaman yang utuh tentang sekolah aman bencana.
"Kami mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan R2B Bandung Barat. Kegiatan ini sangat bermanfaat agar warga sekolah paham dan dapat melindungi diri sendiri ataupun orang lain,” kata Shinta.
Dalam kegiatan SPAB itu, ungkap Shinta, warga sekolahnya mendapat Edukasi Mitigasi Bencana mulai dari pemberian materi cara melindungi diri sendiri, menolong korban hingga bagaimana mengevakuasi korban bencana.
"Kami berharap kegiatan SPAB ini bisa menjadi percontohan bagi sekolah lainnya dan tentunya memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah," tandasnya.(Agus Satia Negara)
Editor : Ghiok Riswoto


