Serunya Pemilihan Ketua OSIS Rasa Pilkada di SMPN 3 Saguling
Pemilihan Ketua OSIS rasa Pilkada, itulah yang atmosfer yang terasa kental di lingkungan SMPN 3 Saguling, Desa Bojong Haleuang, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) beberapa waktu lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - pemilihan ketua osis rasa Pilkada, itulah yang atmosfer yang terasa kental di lingkungan SMPN 3 saguling, Desa Bojong Haleuang, Kecamatan saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB) beberapa waktu lalu.
Berbagai tahapan pemilihan mulai dari proses kampanye hingga perhitungan suara atau tungsura dilakukan laiknya perhelatan pesta demokrasi yang digelar pada 2024 lalu. Bahkan, lengkap dengan Komisi pemilihan Umum (KPU) hingga petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).
Bukan tanpa alasan, kegiatan yang tak lain merupakan implementasi Projek Profil Pelajar Pancasila atau P5 itu dilakukan agar para siswa belajar mampu memahami tentang demokrasi dan mengembangkan karakter siswa sebagai warga negara Indonesia yang demokratis.
"Kegiatan ini merupakan implementasi P5 yang dikemas dengan pemilihan pengurus OSIS periode 2025/2026 dengan tema yang diusung Suara Demokrasi: Suara Kita, Masa Depan Kita," kata Kepala SMPN 3 saguling, Shinta Ayu Kencana Jaffrie.
Shinta menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi peserta didik untuk belajar pentingnya partisipasi politik, menghargai perbedaan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
"Melalui proses kampanye dan pemungutan suara, peserta didik dapat belajar pentingnya partisipasi politik, menghargai perbedaan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama,” jelasnya.
Koordinator kegiatan, Risnawati menjelaskan, kegiatan ini diawali dengan tahapan pendaftaran calon pasangan Ketua dan Wakil ketua osis, kampanye hingga tahapan perhitungan suara.
“Setiap siswa terlihat sangat antusias dalam memilih paslon yang sudah mereka tentukan," jelas Risnawati.
Risnawati menuturkan, Panitia KPU dan Panitia KPPS melakukan pemungutan suara lebih awal dibanding siswa lainnya. Lalu, dilanjutkan dengan pemungutan suara umum yang dimulai pada pukul 08.00 – 09.00 WIB.
"Pemungutan suara dibagi menjadi tiga kali di mulai dari kelas 9a, 9b dan 9c dilanjutkan dengan kelas 8a,8b dan 8c dan terakhir kelas 7a,7b dan 7c,” tuturnya.
Tak ketinggalan, para partisipan lain seperti kepala sekolah dan guru juga turut serta menyalurkan hak pilihnya dalam pemilihan Ketua dan Wakil ketua osis yang diikuti tiga pasangan calon.
Mereka antara lain, pasangan calon Pauzan-Rendy, pasangan calon Nazwa-Neng Anggi dan pasangan calon Dendi-Royan.
"Hasilnya, pasangan Dendi-Royyan menang telak dengan raihan suara 47 persen, disusul kompetitornya Nazwa-Neng Anggi dengan perolehan suara 44.9 persen. Diurutan ketiga ada pasangan Pauzan-Rendy dengan suara 8.1 persen," sebutnya.
Di sisi lain, ungkap Risnawati, kegiatan tersebut tak hanya memberikan pembelajaran tentang demokrasi lantaran makna demokrasi itu bukan hanya sekadar tentang memilih.
Menurutnya, demokrasi itu memiliki makna cara bertindak untuk kebaikan bersama.
"Artinya, hak suara peserta didik sangat berarti dalam menentukan pemimpin yang tepat," ucapnya.
Mantan ketua osis SMPN 3 saguling, Silvia Novianti menilai, kegiatan pemilihan ketua osis baru ini menjadi edukasi bagi dirinya dan siswa lain agar lebih memahami tentang mekanisme pelaksanaan Pemilu.
"Adanya kegiatan ini membuat saya lebih memahami tata cara Pemilu itu sendiri," kaya Silvia.
"Kegiatannya juga seru, ada TPS di setiap kelas dan para siswa melakukan pemilihan secara bergantian dengan antusias yang unik dan beragam," ujar Silvia.***
Editor : JakaPermana

