Mau Mudik ke Purbalingga? Waspadai Tiga Titik Rawan Kecelakaan Lalu Lintas Ini

Mau mudik dan menikmati Idul Firti di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah? Waspadai tiga titik rawan kecelakaan lalu lintas ini.

Mau Mudik ke Purbalingga? Waspadai Tiga Titik Rawan Kecelakaan Lalu Lintas Ini
Kepala Satlantas Polres Purbalingga, AKP Kumala Enggar Anjarani mengingatkan pemudik tentang tiga titik rawan kecelakaan pada arus mudik Lebaran 2025.

INILAHKORAN, Jakarta – Mau mudik dan menikmati Idul Firti di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah? Waspadai tiga titik rawan kecelakaan lalu lintas ini.

Dalam masa mudik dan lebaran, Polres Purbalingga sudah memetakan tiga titik lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di wilayah tersebut.

Ketiga titik rawan itu terdiri dari tanjakan Bayeman, Jalan Raya Bojongsari KM 3, dan Jalan Raya Bukateja.

Kepala Satlantas Polres Purbalingga, AKP Kumala Enggar Anjarani mengimbah masyarakat yang melakukan perjalanan mudik lebaran atau saat menikmati Idul Fitri, mewaspadai tiga lokasi tersebut.

“Titik rawan kecelakaan itu berada di tanjakan Bayeman, Jalan Raya Bojongsari KM3, dan Jalan Raya Bukateja yang berbatasan dengan Banjarnegara,” kata Kepala Satlantas Polres Purbalingga, AKP Kumala di Purbalingga, Senin 24 Maret 2025.

Dia mengatakan Satlantas Polres Purbalingga melakukan upaya-upaya pencegahan melalui pemasangan spanduk maupun banner berisi imbauan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan waspada saat melintasi titik rawan tersebut.

Khusus tanjakan Bayeman, Polres Purbalingga telah mendirikan pos pengamanan terpadu di ruas jalan yang menghubungkan Purbalingga dengan Pemalang.

"Di situ merupakan pos yang terdiri atas Polri dan instansi terkait, dalam hal ini ada dari Dinas Perhubungan, ada dari Satpol PP, Dinas Kesehatan, juga pendukung-pendukung dari swadaya masyarakat lainnya untuk berpartisipasi di situ, dari BPBD juga terkait untuk penanganan bencana," katanya.

Mengenai kondisi jalan di jalur utama arus mudik, Kasatlantas mengatakan berdasarkan pantauan secara umum sudah relatif baik.

"Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, baik kabupaten maupun provinsi, apabila ada kerusakan-kerusakan, kami terus koordinasikan. Apabila belum dilakukan perbaikan, kami akan memberikan penanda jalan menggunakan pilox (cat semprot, red) sebagai pencegahan awal," katanya.

Dengan demikian, masyarakat harus berhati-hati dan waspada saat melewati ruas jalan yang rusak itu.

Mengenai situasi arus lalu lintas di ruas jalan Purbalingga-Pemalang, dia mengatakan hingga Senin (24/3) siang belum terpantau adanya peningkatan signifikan dari arah Tol Pemalang menuju Purbalingga maupun sebaliknya.

"Jadi, arus lalu lintasnya masih ramai, namun tetap lancar," katanya. (*)


Editor : Zulfirman