30 Juta Warga Jabar Mudik, DPRD Nilai Arus Lancar tapi Siaga Puncak Balik 29 Maret
Lonjakan mobilitas saat mudik Lebaran 1447 Hijriah dinilai masih terkendali. pergerakan masyarakat meningkat signifikan, situasi di lapangan tetap normal.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Lonjakan mobilitas saat mudik Lebaran 1447 Hijriah dinilai masih terkendali. Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara menyebut, meski pergerakan masyarakat meningkat signifikan, situasi di lapangan tetap berjalan relatif lancar.
“Sejauh ini normal, sejauh ini berjalan baik,” ujar Iswara dikutip Minggu 29 Maret 2026.
Ia memaparkan, dari sekitar 144 juta pemudik secara nasional, lebih dari 30 juta di antaranya berasal dari Jawa Barat yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah tujuan.
Peningkatan aktivitas perjalanan terlihat di hampir semua moda transportasi. Di sektor udara, jumlah penumpang di bandara naik sekitar 24 persen. Sementara itu, minat masyarakat terhadap kereta cepat Whoosh juga meningkat hingga 16 persen. Untuk jalur darat, volume kendaraan mengalami kenaikan, namun belum menimbulkan gangguan berarti.
Meski fase mudik terbilang mulus, perhatian kini bergeser ke arus balik yang mulai menunjukkan tren peningkatan. Iswara mengungkapkan, kepadatan sudah terasa sejak malam 24 Maret, seiring kembalinya sebagian masyarakat untuk kembali bekerja.
“Arus balik ini ternyata terbagi di beberapa waktu. Kemarin saat akan mulai kerja di tanggal 24 malam, dan satu hingga dua hari ini masih padat yang ingin kembali ke Jakarta,” ucapnya.
Berdasarkan informasi dari aparat dan instansi terkait, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 29 Maret. Pada waktu tersebut, lonjakan kendaraan diprediksi cukup tinggi dan berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah titik.
Karena itu, Iswara meminta seluruh pihak terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga rekayasa arus kendaraan guna menghindari penumpukan.
“Kita berharap di tanggal 29 itu jajaran kepolisian, TNI, dan dinas perhubungan dapat mengatur masyarakat yang kembali ke rumah masing-masing agar tetap lancar, meskipun diperkirakan akan terjadi penumpukan,” katanya.
Dengan koordinasi lintas sektor yang solid, arus balik diharapkan tetap terkendali sehingga perjalanan masyarakat kembali ke kota tujuan dapat berlangsung aman dan nyaman.***
Editor : JakaPermana

