Volume Sampah Bandung Meningkat, Penyebab Utamanya Aktivitas Belanja Warga Tinggi

Volume sampah meningkat beberapa kali lipat di Kota Bandung terjadi pada libur Lebaran 2026. Hal itu disebabkan aktivitas belanja, kuliner dan perayaan warga.

Volume Sampah Bandung Meningkat, Penyebab Utamanya Aktivitas Belanja Warga Tinggi
Konsumsi berlebihan, sampah pun ikut melimpah/Humas Pemkot Bandung

INILAHKORAN.ID - volume sampah meningkat beberapa kali lipat di Kota Bandung terjadi pada libur Lebaran 2026. Hal itu disebabkan aktivitas belanja, kuliner dan perayaan masyarakat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto mengatakan, lonjakan sampah saat Idulfitri 1447 Hijriah mencerminkan pola konsumsi masyarakat yang meningkat selama Ramadan hingga Lebaran.

Aktivitas belanja, kuliner dan perayaan menjadi faktor utama yang mendorong produksi sampah melonjak setiap tahun.

“Setiap Lebaran, pola konsumsi warga selalu meningkat. Dari makanan, belanja pakaian hingga penggunaan plastik sekali pakai. Semua itu berkontribusi pada volume sampah yang melonjak,” kata Darto, Selasa (31/3/2026).

Dia mencatat, volume sampah pada malam takbiran mencapai 438 meter kubik atau setara 208 ton naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penumpukan, sempat terjadi di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) karena TPA Sarimukti tutup saat libur Lebaran. Meski begitu, pengangkutan kembali berjalan normal setelah TPA dibuka pada H+2.

“Kami bisa kerahkan ribuan personel dan ratusan armada. Tapi tanpa perubahan perilaku masyarakat, masalah ini akan terus berulang setiap Lebaran,” ucapnya.

Sambung dia, data DLH menunjukkan dinamika antarwilayah. Beberapa kawasan seperti Bojonegoro, Cibinjing dan Ujungberung mengalami penurunan volume sampah. Sebaliknya, wilayah Karees, Kordoba dan Tegalega mencatat lonjakan signifikan.

Menurut Darto, hal tersebut berkaitan dengan intensitas kegiatan masyarakat di masing-masing wilayah. “Wilayah yang menjadi pusat keramaian biasanya menghasilkan sampah lebih banyak. Itu sebabnya Tegalega, dan Karees naik cukup tinggi,” ujar dia.  

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya mengerahkan total 2.266 personel dan 423 armada di 263 titik pantau selama periode H-1 hingga H+2 Lebaran. “Lebaran adalah momen kebersamaan, bukan momen menambah beban lingkungan. Mari kita rayakan dengan cara yang lebih ramah bumi,” tandasnya.***


Editor : JakaPermana