Peringatan Bandung Lautan Api Jadi Momentum Soroti Krisis 200 Ton Sampah Harian

Di tengah peringatan Bandung Lautan Api ke-80, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan utama.

Peringatan Bandung Lautan Api Jadi Momentum Soroti Krisis 200 Ton Sampah Harian
Di tengah peringatan Bandung Lautan Api ke-80, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan utama./istimewa

INILAHKORAN.ID - Di tengah peringatan Bandung Lautan Api ke-80, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan utama kota dengan timbulan harian yang belum seluruhnya terangkut dan mulai menumpuk di sejumlah titik.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyebut, masih terdapat sekitar 200 ton sampah per hari yang belum dapat diangkut secara optimal dan mulai menimbulkan penumpukan di beberapa wilayah kota.

“Setiap hari tersisa 200 ton sampah yang tidak terangkut, dan tumpukannya sudah mulai terlihat di mana-mana,” kata Farhan, Kamis (23/4/2026).

Dia menjelaskan, kondisi tersebut tidak hanya dipicu keterbatasan pengangkutan. Tetapi juga pembatasan pembuangan ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti, dan persiapan penutupan TPA tersebut pada akhir tahun.

“Penumpukan ini, disebabkan karena adanya pembatasan pengangkutan dari TPA Sarimukti dan persiapan kita untuk menghadapi kenyataan di akhir tahun bahwa TPA akan ditutup,” ucapnya.

Farhan menegaskan, solusi utama bukan hanya pada pengangkutan. Melainkan penguatan pengolahan sampah di tingkat sumber atau hulu di berbagai wilayah kota. “Kita sudah melakukan percepatan pengolahan sampah di hulu, di wilayah masing-masing dan juga di kawasan-kawasan pengolah seperti pasar, hotel, mal dan lain-lain,” ujar dia.

Sebagai langkah lanjutan kata Farhan, Pemkot Bandung menyiapkan pembangunan sekitar 24 titik pengolahan sampah baru dengan berbagai teknologi termasuk termal dan pengolahan sampah organik.

“Sesegera mungkin kita akan membangun, paling tidak sekitar 24 titik baru pengolahan sampah menggunakan berbagai macam teknologi. Dari teknologi thermal sampai teknologi pengolahan sampah organik,” jelasnya.

Dia menambahkan, peningkatan timbulan sampah pasca libur Lebaran turut memperburuk kondisi termasuk masuknya sampah dari luar Kota Bandung. “Kita memang menghadapi lautan sampah yang luar biasa sejak libur Lebaran kemarin, karena terjadi peningkatan timbulan sampah terutama yang datang dari luar Kota Bandung,” tandas dia.***


Editor : JakaPermana