Akibat Kuota Pembuangan Habis, Sampah Menggunung di Jalan Makam Caringin Bandung

Tumpukan sampah yang menggunung hingga sekitar 4 meter di Jalan Makam Caringin Porib, Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung.

Akibat Kuota Pembuangan Habis, Sampah Menggunung di Jalan Makam Caringin Bandung
Tumpukan sampah yang menggunung hingga sekitar 4 meter di Jalan Makam Caringin Porib, Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung./INILAHKORAN-Yogo Triastopo

INILAHKORAN.ID - Tumpukan sampah yang menggunung hingga sekitar 4 meter di Jalan Makam Caringin Porib, Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung menjadi perhatian sejak sebelum Lebaran. Kondisi itu terjadi, dan bertahan beberapa hari karena adanya kendala pada sistem pengangkutan dan pembuangan ke TPA.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto menjelaskan, pengangkutan sampah di wilayah Bandung Raya dibatasi oleh kuota yang berlaku setiap dua minggu. Kuota tersebut, dilaporkan telah habis pada hari Jumat sehingga berdampak pada terhentinya sementara proses pengangkutan.

“Ya, memang ada kendala pada pembuangan. Kuota untuk kota-kota di Bandung Raya itu per dua minggu, dan kuota tersebut habis pada Jumat kemarin. Kondisi tersebut menyebabkan gangguan pengangkutan selama akhir pekan," kata Darto, Rabu (22/4/2026).

Akibat habisnya kuota, dikemukakannya pengangkutan sampah tidak dapat dilakukan pada Jumat hingga Minggu. Hal tersebut membuat tumpukan sampah di beberapa titik, termasuk di Jalan Makam Caringin sempat tidak tertangani secara optimal dalam beberapa hari.

“Otomatis Jumat, Sabtu dan Minggu itu ada masalah dalam pengangkutan. Tetapi kami pastikan, bahwa kondisi tersebut masih dalam tahap penanganan dan dapat dipahami sebagai bagian dari keterbatasan kuota," ucapnya.

Namun, Darto menyebut pengangkutan sampah sudah kembali berjalan sejak hari Senin. Aktivitas operasional kembali normal, sehingga sisa-sisa sampah yang menumpuk mulai diangkut secara bertahap.

“Senin kemarin sudah mulai aktif lagi. Jadi kalau masih ada sisa-sisa sampah, itu masih dalam proses penanganan yang bisa dipahami,” ujar dia.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, pihaknya akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik penumpukan sampah termasuk di Jalan Makam Caringin. Seluruh permasalahan, diharapkan dapat segera ditangani dengan pendekatan yang lebih menyeluruh.

“Saya akan meninjau semua titik, untuk memastikan semuanya harus bisa diolah. Karena pengelolaan sampah, tidak bisa lagi hanya bergantung pada sistem pengangkutan ke TPA," kata Farhan.

Menurutnya, sistem pengangkutan saja tidak lagi cukup karena kuota sudah sangat terbatas. Oleh karena itu, pemerintah kota perlu mulai fokus pada solusi pengolahan sampah di tingkat sumber. “Kalau sekadar diangkut, kita sudah kehabisan kuota. Itu sudah pasti. Kita harus mulai membiasakan diri mencari solusi pengolahan sampah,” ucapnya.

Farhan juga menegaskan, dalam waktu dekat akan terjadi perubahan besar dalam sistem pengelolaan sampah. Kota Bandung ditambahkannya, harus siap menghadapi kondisi tanpa ketergantungan pada TPA. “Karena 8 bulan lagi tidak akan ada satu pun sampah yang bisa diangkut ke TPA Sarimukti,” ujar dia.***


Editor : JakaPermana