Menakjubkan! Hasil Penelitian Menyebutkan Racun Lebah Madu Bisa Bunuh Sel Kanker Payudara

penelitian Harry Perkins Institute of Medical Center Australia yang menguji racun dari 300 lebah madu dan lebah bumblebee.

Menakjubkan! Hasil Penelitian Menyebutkan Racun Lebah Madu Bisa Bunuh Sel Kanker Payudara
Menakjubkan! Hasil Penelitian Menyebutkan Racun Lebah Madu Bisa Bunuh Sel Kanker Payudara

INILAH KORAN, Bandung – Kabar baik datang dari dunia medis. Sebuah studi menyebut sel Kanker Payudara bisa dibunuh racun lebah madu.

Hal itu diketahui dari penelitian Harry Perkins Institute of Medical Center Australia yang menguji racun dari 300 lebah madu dan lebah bumblebee.

Para ilmuwan mengujinya terhadap dua jenis Kanker Payudara yang agresif dan sulit diobati yaitu triple negative dan human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) positif.

Baca Juga: Hasil Pemusatan Latihan di Korea Selatan, Garuda Muda Alami Kemajuan, Menang Uji Coba 2-1

Dari penelitian tersebut ditemukan bahwa senyawa dalam racun yang disebut melittin dapat menghancurkan sel Kanker Payudara dalam waktu satu jam.

Dalam penelitian itu pun disebutkan senyawa dalam racun bekerja tanpa menyebabkan kerusakan pada sel lain.

Senyawa dalam racun yang disebut melittin itu pun disebut berpotensi memungkinkan terapi berjalan dengan lebih baik.

Baca Juga: Spoiler Military Prosecutor Doberman Episode 11: Rencana Cha Woo In dan Do Bae Man akan Berantakan?

Hal itu merujuk pada hasil penelitian yang menemukan bahwa ketika digunakan bersama dengan obat kemoterapi, melittin membantu membentuk pori-pori di membran sel kanker.

Walaupun uji klinis penelitian ini hanya dilakukan di laboratorium, para peneliti percaya senyawa tersebut dapat direproduksi secara sintetis sebagai pengobatan untuk Kanker Payudara.

Seorang peneliti Kanker Payudara di Moffitt Cancer Center, dr. Marilena Tauro mengatakan penelitian lebih lanjut perlu dilakukan sebelum akhirnya hasil temuan menjadi terapi yang layak.

Baca Juga: Lirik Lagu​ Ego – Andmesh Kamaleng

"Kabar baiknya, penelitian ini menunjukkan bahwa melittin dapat mengganggu jalur sinyal pada sel kanker payudara yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan dan penyebaran penyakit," kata Tauro dikutip dari PMJ News, Sabtu, 9 April 2022.

"Namun, walaupun senyawa telah terbukti berhasil membunuh sel kanker di laboratorium atau model hewan, butuh bertahun-tahun untuk mempraktikkan temuan itu ke pasien," imbuhnya.

Tauro menjelaskan, sekitar setengah dari total obat kanker saat ini berasal dari produk alami. Ini menunjukkan potensi penggunaan racun lebah untuk penemuan obat.

Baca Juga: Spoiler Military Prosecutor Doberman Episode 11: Cha Wo In dan Do Bae Man Berhasil Selidiki Kasus Hong Moo Sup

“Alam adalah pemasok elemen aktif yang hebat dan sintesis kimia telah memungkinkan untuk menyediakan banyak obat yang berasal dari alam dalam dosis yang diperlukan untuk penggunaan terapeutik, meskipun pasokan dari sumber aslinya seringkali sangat terbatas," pungkasnya.***


Editor : inilahkoran