Menyemai Mimpi Anak Pulau
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Jembatan Cinta di Pulau Tidung menjadi ruang bagi ratusan pelajar untuk menampilkan karya, gagasan, sekaligus mimpi mereka.
Bukan ruang kelas, melainkan kawasan terbuka di tengah kepulauan, tempat pendidikan menemukan bentuk lain melalui kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sekitar 230 pelajar dari Pulau Tidung dan Pulau Payung mengikuti Festival Pulau Tidung Bersinar bertajuk “Bersih, Indah, Nyaman, Aman, dan Ramah”, Kamis.
Beragam kegiatan mewarnai festival tersebut. Mulai dari pengukuhan Duta Jaga dan Olah Sampah Sekolah (JOSS) Cilik, pameran karya daur ulang, pentas seni, survei persepsi kenyamanan belajar siswa, hingga peluncuran gerakan literasi.
Bupati Kepulauan Seribu Muhammad Fadjar Churniawan mengatakan festival menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkarya, berkreasi, sekaligus mengembangkan potensi yang selama ini diperoleh di ruang kelas.
“Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Anak-anak perlu diberi ruang untuk berkarya, berkreasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya,” kata Fadjar, seperti dikutip dari ANTARA, Kamis (8/10).
Bagi Fadjar, laut dan pulau bukan batas bagi anak-anak untuk menggantungkan cita-cita. Pendidikan justru harus menjadi jembatan agar mereka mampu mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan.
“Pulau boleh kecil, tetapi mimpi harus besar,” ujarnya.
Pesan itu berjalan beriringan dengan semangat festival yang tidak hanya berbicara tentang kreativitas, tetapi juga lingkungan. Anak-anak diajak memahami bahwa kebersihan bukan sekadar urusan petugas, melainkan bagian dari kebiasaan seluruh warga sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan sekolah yang bersih dan sehat membutuhkan kesadaran bersama. Salah satunya melalui kebiasaan memilah, mengolah, dan memanfaatkan sampah.
“Anak-anak perlu memahami bahwa sampah dapat dipilah, diolah, dimanfaatkan, bahkan memiliki nilai ekonomi,” tutur Nahdiana. (gin)
Editor : Inilahkoran
