Miris, Puluhan Perawat RSHS yang Tangani Pasien Covid-19 Diusir dari Kosan
Sejumlah perawat Rumah Sakit (RS) rujukan Virus Corona di Jawa Barat mendapat penolakan dari pemilik kost agar tidak menempati kamar kontrakan. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti, Sabtu (28/3/2020) malam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Sejumlah perawat Rumah Sakit (RS) rujukan Virus Corona di Jawa Barat mendapat penolakan dari pemilik kost agar tidak menempati kamar kontrakan. Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani Gelung Sakti, Sabtu (28/3/2020) malam.
Berli mengatakan, saat ini terdapat lebih dari 50 perawat Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) yang ditampung di UPTD Pelatihan Kesehatan (UPelkes) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung. "Dari hari Jumat (27/3). Infonya Ibu Kost menolak," ujar Berli.
Berli menambahkan, permasalahan ini juga dialami oleh perawat-perawat di Rumah Sakit Rujukan Corona di Jabar lainnya. Hanya saja, dia sampaikan, pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah perawat yang mendapatkan perlakuan serupa.
"RS rujukan lainnya masih belum fixed datanya. Sebagian masih kami carikan tempat di dekat tempat tugasnya masing-masing," katanya.
Disinggung mengenai sarana yang diberikan kepada perawat selama ditampung di UPelkes Dinkes Jabar, dia mengatakan, pihaknya hanya diminta menyediakan akomodasi menginap.
"Lain-lainnya oleh RSHS dan masih akan dibicarakan di hari Senin. Karena bukan hanya perawat RSHS tapi juga beberapa RS lainnya," ungkapnya.
Adapun akomodasi menginap untuk para perawat yang disediakan oleh Dinkes Jabar ini, dia sampaikan, dilakukan agar memberikan rasa aman. Khususnya untuk masyarakat dan para petugas medis yang ditampung.
"Karena berbagai alasan, terutama utk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan juga petugas yang ditampung tersebut," jelas dia. (rianto nurdiansyah)
Editor : Bsafaat

