Momentum HUT ke-81 TNI: Rawat Kepercayaan Teguhkan Pengabdian
TIGA dekade lebih pengabdian TNI terus diuji zaman. Profesionalisme dan kepercayaan rakyat menjadi pijakannya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Kepercayaan menjadi salah satu modal penting dalam pengabdian prajurit.Karena itu, ketika Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperingati usia ke-81, profesionalisme dan kepercayaan masyarakat kembali diletakkan sebagai bagian penting dari perjalanan pengabdian.
Pesan tersebut mengemuka dalam upacara HUT ke-81 TNI di Lapangan Upacara Kodim 0621/Kabupaten Bogor, Senin (5/10). Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakancana Brigjen TNI Thomas Rajunio membacakan sambutan Panglima TNI di hadapan para peserta upacara.
Upacara turut dihadiri Bupati Bogor Rudy Susmanto, Wakil Bupati Bogor, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor, Sekretaris Daerah serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor.
Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, peringatan tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan apresiasi kepada prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengorbanan dalam menjalankan tugas.
Dalam sambutan yang dibacakan Thomas, Panglima TNI menegaskan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga.
Penguatan TNI, menurutnya, tidak cukup hanya melalui peningkatan kesejahteraan prajurit dan ASN serta modernisasi alat pertahanan. Kompetensi, kesiapan, dan profesionalisme juga perlu terus diperkuat.
“Dalam menghadapi dinamika lingkungan strategis, ketidakpastian global, perkembangan ruang informasi dan kognitif, serta berbagai ancaman terhadap keutuhan wilayah, TNI diminta tetap kokoh pada jati diri dan arah pengabdiannya,” kata Thomas dalam keterangan persnya.
Lima nilai PRIMA kemudian ditekankan sebagai budaya pengabdian prajurit dan ASN TNI. Nilai tersebut meliputi Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.
“Panglima TNI meminta seluruh prajurit dan ASN TNI menerapkan kelima nilai tersebut secara konsisten,” tegas ‘Thomas.
Nilai pengabdian itu tidak hanya terlihat dalam tugas pertahanan. Di Kabupaten Bogor, kehadiran TNI juga bersentuhan dengan berbagai kebutuhan masyarakat melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, kerja sama tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, penyediaan sarana air bersih, penanganan bencana, hingga pembangunan rumah tidak layak huni.
Kolaborasi juga menyentuh persoalan lingkungan.
Salah satunya pengolahan sampah di TPA Galuga menggunakan teknologi pirolisis bersama TNI Angkatan Darat.
Bagi Rudy, luasnya wilayah Kabupaten Bogor dengan kebutuhan masyarakat yang beragam membuat pembangunan membutuhkan kerja bersama. Tidak semua persoalan dapat dijangkau pemerintah daerah seorang diri. (gin)
Editor : Inilahkoran

