Moussa Bagayoko Ungkap Alasan Gabung PSS Sleman

Meskipun baru pertama kali bermain di Indonesia, gelandang asal Mali Moussa Bagayoko merasa kerasan bergabung dengan PSS Sleman

Moussa Bagayoko Ungkap Alasan Gabung PSS Sleman
Gelandang anyar PSS Sleman Moussan Bagayoko. (pssleman.id)

INILAHKORAN.ID - Gabung PSS Sleman merupakan kali pertama bagi gelandang asal Mali bermain di Indonesia.

"Ya, ini adalah pengalaman pertama saya bermain di Indonesia. Saya punya alasan tersendiri memilih datang ke sini," ungkap Bagayoko, dikutip dari laman resmi klub sebagaimana dilansir dari Antara, Rabu (19/8/2026).

"Yang pertama, saya senang berada di sini. Saya menikmati pengalaman baru ini dan merasa nyaman dengan lingkungan serta suasana di sini," sambung pemain berkebangsaan Mali tersebut.

Bagayoko menjelaskan saat ini dirinya terus berupaya untuk melakukan adaptasi bersama PSS Sleman setelah menjalani agenda pramusim bersama Super Elang Jawa selama empat pekan terakhir.

Dia menjelaskan selama masa pramusim, sesi latihan bersama PSS Sleman memiliki tujuan untuk menempa fisik dan kemampuan teknis, serta membangun chemistry, memahami filosofi permainan.

Bagayoko menilai proses tersebut berjalan mulus karena karakter dirinya yang mudah beradaptasi dengan cepat menyatu dengan lingkungan baru, mengenal rekan-rekan setim, serta perlahan menemukan ritme permainan yang diinginkan tim pelatih.

"Alhamdulillah, saya menjalani proses adaptasi baik-baik saja. Saya termasuk orang yang cukup cepat beradaptasi. Sejauh ini, saya merasa proses adaptasi dengan tim berjalan sangat baik, dan bisa dengan cepat menyatu dengan rekan-rekan di dalam tim," jelas Bagayoko.

Ia melanjutkan sepak bola bukan sekadar permainan di atas lapangan, melainkan cara berkomunikasi yang mampu menjembatani perbedaan bahasa dan budaya.

Dirinya menilai melalui sepak bola, ia menemukan cara untuk membangun kedekatan, memahami karakter, dan menciptakan chemistry bersama rekan-rekannya di skuad Super Elja.

"Saya suka mereka semua. Mereka adalah temanku satu tim," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti