MU vs Tottenham, Teror sang Mantan
JOSE Mourinho kembali ke Old Trafford sejak dipecat setahun lalu. Kali ini, dia jadi 'sang mantan' yang mengancam.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
JOSE Mourinho kembali ke Old Trafford sejak dipecat setahun lalu. Kali ini, dia jadi 'sang mantan' yang mengancam.
Manchester United menjamu Tottenham Hotspur di Old Trafford, Kamis (5/12) dini hari WIB dalam lanjutan Liga Primer Inggris. Ini duel menarik lantaran Spurs saat ini dibesut Mourinho, pelatih yang musim lalu sempat menukangi Setan Merah.
Mourinho bisa jadi masih memendam rasa sakit hati atas pemecatan dari kursi kepelatihan The Red Devils. Apalagi, dia juga dianggap tak harmonis dengan beberapa penggawa inti Man United ketika itu.
Nyatanya The Special One mengaku sudah move on. Apalagi dia sedang merajut asa baru bersama Spurs.
"Sangat spesial kembali ke salah satu tim yang pernah menjadi bagian dari karier Anda. Tetapi yang paling terpenting adalah kemenangan bersama tim yang sedang dibela," ujar Mourinho, belum lama ini.
Mourinho pantas percaya diri menantang sang mantan. Dia langsung membawa perubahan besar terhadap performa Spurs yang sempat terpuruk bersama manajer terdahulu, Mauricio Pochettino.
Mourinho sukses mengantarkan Spurs memenangi tiga laga beruntun di semua kompetisi. Mourinho bisa jadi makin termotivasi lantaran dia membidik rekor baru.
Jika menang, Mourinho bakal jadi pelatih ketiga yang bisa memetik kemenangan tandang di Old Trafford (Premier League) dengan dua klub berbeda. Dia sudah pernah menang 3-1 di sana bersama Chelsea pada Mei 2005. Mou bakal menyamai Martin O'Neill dan Rafael Benitez jika mampu meraih rekor ini.
Selain itu jika menang, Mou bakal jadi pelatih Spurs pertama yang memetik kemenangan pada tiga laga pertamanya di Premier League.
Catatan apik berpihak kepada Mourinho. Laju kedua tim mengindikasikan Spurs lebih layak diunggulkan. Man United kali pada tujuh laga kandang terakhir kontra Spurs, termasuk takluk 0-3 musim lalu.
"Semuanya tentang apa yang terjadi di lapangan. Saya selalu mengatakan itu kepada para pemain. Hasil akhir bergantung kepada kerja keras kita," tandas Mourinho.
Tekanan Tinggi
Sementara itu Ole Gunnar Solskjaer dalam tekanan tinggi menyusul laju buruk yang dilalui Man United. Sangat mungkin, hasil akhir laga kontra Tottenham berpengaruh terhadap karier sang manajer di Old Trafford.
MU kini duduk di peringkat kesembilan klasemen Liga Inggris dengan perolehan 18 poin hasil 14 pertandingan. MU terpaut delapan poin dari Chelsea di empat besar.
Solskjaer tak risau. Di mata dia, performa timnya sudah oke. Dia yakin, MU bisa bangkit melawan Tottenham di kandang sendiri.
"Saya tidak akan duduk di sini dan bicara soal kami ada di posisi kelima andai kami dapat mencetak satu gol lagi, jadi klasemen pada saat ini bukan kekhawatiran terbesar karena sangat ketat," ujar Solskjaer seperti dilansir BBC.
"Sejauh ini kami sempat memimpin dalam banyak pertandingan dan kami belum bisa memenangi laga-laga itu, enam atau tujuh kali kami unggul 1-0, atau 2-1, atau 3-2. Kami seharusnya lebih baik dalam mengubah laga-laga itu jadi kemenangan," tandasnya. (bsf)
Editor : Bsafaat

