Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Prediksi Lonjakan Kendaraan di Tol Jakarta-Bandung

PT Jasa Marga memproyeksikan terjadinya lonjakan signifikan volume kendaraan di sejumlah ruas tol pada periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Mudik Lebaran 2026, Jasa Marga Prediksi Lonjakan Kendaraan di Tol Jakarta-Bandung
PT Jasa Marga memproyeksikan terjadinya lonjakan signifikan volume kendaraan di sejumlah ruas tol pada periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

INILAHKORAN.ID - PT Jasa Marga memproyeksikan terjadinya lonjakan signifikan volume kendaraan di sejumlah ruas tol pada periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Salah satu jalur yang diprediksi mengalami peningkatan lalu lintas cukup tinggi adalah koridor Jakarta menuju Bandung.

Senior Manager Representative Office 3 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Agni Mayvinna mengungkapkan, volume kendaraan yang bergerak dari Jakarta menuju Bandung selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran diperkirakan mencapai ratusan ribu unit.

"Untuk lalin arus mudik yang keluar dari Jakarta menuju ke Bandung, itu akan ditangkap di gerbang Tol Kalihurip Utama, itu dari H-10 sampai H+10, kurang lebih sebesar 786 ribu kendaraan, yang mana itu naik 3,3 persen dari 2025 dan juga meningkat 15,8 persen terhadap normal," ujar Agni di kantor Jasamarga Metropolitan Tollroad di kawasan Pasteur, Jumat 13 Maret 2026.

Menurutnya, arus kendaraan tersebut akan terdeteksi melalui Gerbang Tol Kalihurip Utama, yang menjadi salah satu pintu utama kendaraan dari arah Jakarta menuju wilayah Bandung dan Jawa Barat bagian selatan.

Sementara itu, pergerakan kendaraan saat arus balik diprediksi akan lebih tinggi dibandingkan arus mudik. Jasa Marga memperkirakan sekitar 790 ribu kendaraan akan keluar dari Bandung menuju Jakarta melalui jalur tol yang sama.

"Atau meningkat 16,1 persen terhadap normal atau 4,3 persen terhadap tahun 2025," ucapnya.

Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad, Widiyatmiko Nursejati menjelaskan, peningkatan mobilitas kendaraan pada Lebaran tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya panjangnya periode libur Idulfitri.

Selain itu, kebijakan kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) juga dinilai memberi ruang lebih luas bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan lebih awal.

"Hampir tiga minggu periode liburnya, jadi ada kesempatan untuk bersilaturahmi, berwisata bersama keluarga yang frekuensinya bisa lebih tinggi dari periode-periode sebelumnya, sehingga otomatis itu menambah potensi peningkatan," ucapnya.

Dengan meningkatnya potensi pergerakan kendaraan tersebut, Jasa Marga mengimbau para pengguna jalan tol untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memantau kondisi lalu lintas, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima agar perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar.***


Editor : JakaPermana