Munggahan Sambut Ramadan di Ranca Upas jadi Pilihan Terbaik Warga Bandung

Menjelang bulan Ramadan, tradisi munggahan kembali mendorong pergerakan wisata masyarakat. Di Kabupaten Bandung, wana wisata Ranca Upas bisa menjadi pilihan.

Munggahan Sambut Ramadan di Ranca Upas jadi Pilihan Terbaik Warga Bandung
Site Manager Ranca Upas Jaka Ismawijaya menjelaskan, penangkaran rusa menjadi identitas utama Ranca Upas sejak awal pengembangan kawasan. (rd dani nugraha)

INILAHKORAN.ID - Menjelang bulan Ramadan, tradisi munggahan kembali mendorong pergerakan wisata masyarakat. Di Kabupaten Bandung, wana wisata Ranca Upas yang berlokasi di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, kembali menarik minat pengunjung yang ingin menghabiskan waktu munggahan bersama keluarga sebelum tibanya Ramadan.

Sejak awal pekan, arus wisatawan mulai terlihat meningkat. Masyarakat memilih Ranca Upas karena kawasan ini menghadirkan suasana alam pegunungan yang sejuk, terbuka, dan asri. Selain itu, pengelola juga menyediakan beragam wahana wisata berbasis alam yang mampu menjangkau berbagai kalangan.

Pengunjung menjadikan Ranca Upas sebagai tempat berkumpul keluarga, lokasi rekreasi komunitas, hingga tujuan wisata pencinta alam. Oleh karena itu, kawasan wisata ini konsisten menjadi pilihan utama setiap menjelang bulan puasa atau  Ramadan.

Daya tarik utama Ranca Upas terletak pada penangkaran rusa yang menjadi ikon kawasan. Di lokasi ini, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan rusa jinak, memberi makan, serta mengabadikan momen bersama satwa tersebut. Aktivitas ini memberikan pengalaman edukatif sekaligus rekreatif bagi pengunjung dari berbagai usia.

Site Manager Ranca Upas Jaka Ismawijaya menjelaskan, penangkaran rusa menjadi identitas utama Ranca Upas sejak awal pengembangan kawasan.

“Penangkaran rusa merupakan ikon paling dikenal di Ranca Upas. Rusa yang kami rawat adalah rusa Timorensis, rusa pribumi yang wajib kita lindungi,” kata Jaka.

Jaka menambahkan, tradisi munggahan yang dikenal masyarakat sekitar dengan istilah Papajar turut memengaruhi pola kunjungan menjelang Ramadan. Meski demikian, pengelola masih mengendalikan jumlah pengunjung dengan baik.

“Menjelang Ramadan memang ada peningkatan kunjungan.  Pada akhir pekan, jumlah pengunjung paling sepi bisa sekitar 500 orang dan bisa mencapai 1.000 orang saat menjelang tibanya bulan Ramadan,” ujarnya.

Selain penangkaran rusa, Ranca Upas terus mengembangkan fasilitas wisata untuk menjawab kebutuhan pengunjung. Pengelola menyediakan berbagai pilihan area berkemah, mulai dari camping reguler, camper van, hingga konsep glamping modern yang dikenal dengan nama Iglo Camp.

“Selain camping reguler, kami juga menyediakan camper van dan iglo camp. Fasilitas ini cukup diminati wisatawan karena menawarkan pengalaman berbeda,” katanya.

Berbagai wahana rekreasi melengkapi kawasan wisata ini. Pengunjung dapat mencoba panahan, berkuda, flying fox, hingga aktivitas petik stroberi. Selain itu, pengelola juga menghadirkan wahana memberi makan kelinci serta sepeda listrik untuk berkeliling area wisata.

Jaka juga mengingatkan pengunjung agar mempersiapkan diri dengan baik sebelum datang ke Ranca Upas. Ia menilai kondisi cuaca dan suhu udara menjadi faktor penting dalam kenyamanan berwisata.

“Suhu di Ranca Upas cukup dingin, terutama saat musim hujan. Pengunjung sebaiknya membawa pakaian hangat dan payung untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan,” ujarnya.

Jaka menjelaskan,  secara rinci fasilitas yang tersedia di Iglo Camp. Menurutnya, pengelola merancang konsep ini untuk wisatawan yang ingin menikmati alam dengan kenyamanan maksimal.

“Di Ranca Upas terdapat sembilan unit Iglo Camp. Untuk Iglo nomor 5 sampai 9, fasilitasnya sudah lengkap. Di depan toilet tersedia air rendam, di dalam terdapat air hangat, serta minuman teh dan kopi,” katanya.

Ia melanjutkan, unit Iglo Camp eksklusif menawarkan fasilitas tambahan yang lebih lengkap. Pengelola menyediakan bathtub untuk berendam air hangat, televisi, serta penghangat ruangan di dalam unit.

“Konsepnya adalah glamour camping. Pengunjung tetap bisa menikmati alam tanpa meninggalkan kenyamanan,”ujarnya.

Selain glamping, wahana sepeda listrik juga menarik perhatian pengunjung. Operator sepeda listrik Ranca Upas, Yana Joehana, menjelaskan bahwa pengelola merancang wahana ini untuk memudahkan mobilitas wisatawan.

“Sepeda listrik ini kami sediakan untuk berkeliling Ranca Upas. Pengunjung bisa mengikuti jalur aspal menuju area kemah maupun wahana lain,” katanya.

Salah seorang pengunjung dari Kiaracondong Kota Bandung, Rizkiana Dea mengaku sengaja memilih Ranca Upas sebagai lokasi munggahan bersama keluarga besarnya.

“Kami datang dalam rangka munggahan atau Papahar sebelum tibanya bulan suci Ramadan. Saya datang bersama keluarga besar, dua mobil,” kata Rizkiana.

Ia mengaku puas dengan suasana alam yang indah sejuk serta fasilitas yang tersedia. Menurutnya, Ranca Upas menawarkan pengalaman wisata yang lengkap, baik untuk menginap maupun rekreasi harian.

“Saya menginap satu malam. Tempatnya nyaman, fasilitasnya lengkap. Sekarang juga tersedia kolam renang, dua kolam untuk anak dan dewasa,” ujarnya.

Rizkiana menilai kawasan Ciwidey, khususnya Ranca Upas sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Ia menyebut kombinasi alam, fasilitas, dan pengelolaan menjadi kekuatan utama kawasan tersebut.

“Menurut saya, Ciwidey adalah salah satu destinasi terbaik di Jawa Barat. Di Bandung Selatan, Ranca Upas menjadi salah satu yang paling direkomendasikan termasuk untuk momen munggahan bersama keluarga,” katanya.


Editor : Doni Ramdhani