Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan Saat Tradisi Munggahan di Jabar

Ditlantas Polda Jabar sudah menerapkan strategi antasi kemacetan dan kepadatan kendaraan saat mungguhan jelang Ramadan

Strategi Polisi Antisipasi Kemacetan Saat Tradisi Munggahan di Jabar
Direktur Ditlantas Polda Jawa Barat, Kombes Raydian Kokrosono

INILAHKORAN.ID - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat mengidentifikasi sejumlah daerah yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan selama periode libur panjang pada 14–17 Februari 2026. 

Kepadatan kendaraan terjadi Selain perayaan Tahun Baru Imlek, masyarakat juga diperkirakan menjalankan tradisi munggahan menjelang Ramadan bagi umat Muslim.

Direktur Ditlantas Polda Jawa Barat, Kombes Raydian Kokrosono, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengurai potensi kemacetan selama masa libur tersebut. Tak hanya itu, titik-titik yang memiliki tingkat kerawanan kecelakaan juga sudah dipetakan.

"Kita sudah me-mapping, sudah memetakan tempat-tempat mana yang harus menghadirkan polisi di situ untuk mengatur lalu lintas supaya tidak terjadi kemacetan atau kecelakaan," ucap Raydian, di Bandung, Kamis 12 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa Ditlantas Polda Jabar bersama seluruh polres di wilayahnya telah menggelar koordinasi guna mempersiapkan pengamanan selama libur panjang. Sejumlah skema rekayasa lalu lintas pun telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.

"Apalagi munggahan ini sudah tradisi, kemudian apa namanya tradisi untuk nyekar ya. Jadi Insyaallah mudah-mudahan ini bentar lagi libur panjang ini, dari mulai hari Sabtu sampai Imlek sampai Selasa. Kami sudah arahkan kemarin kami sudah zoom meeting pada para kasat lantas untuk mengantisipasi itu," jelas Raydian.

Menurutnya, upaya pemetaan dan pengamanan tidak hanya dilakukan saat momen liburan seperti ini saja. Ia memastikan seluruh jajaran tetap siaga dalam berbagai kesempatan yang berpotensi meningkatkan mobilitas masyarakat.

"(Imlek) ini hampir sama dengan munggahan juga karena waktunya sama. Ya, artinya tidak hanya munggahan, di waktu-waktu yang sejenis seperti munggahan, otomatis kita harus hadir di tengah-tengah masyarakat," jelas Raydian.

Selain fokus pada pengamanan libur panjang, Polda Jawa Barat juga telah mengevaluasi kesiapan jalur mudik, mulai dari Pantura, ruas tol, hingga jalur arteri selatan. Berdasarkan hasil peninjauan lapangan, masih terdapat sejumlah titik di kawasan Pantai Selatan (Pansela) yang dinilai belum sepenuhnya aman bagi para pemudik.

"Ada beberapa lokasi yang rawan longsor. Bahkan di salah satu titik, kondisi jalan sudah tergerus sekitar sepertiga badan jalan. Kemudian ada penerangan juga, sehingga pengemudi pengendara yang memilih jalan itu agak sungkan, agak enggan," kata dia.

Raydian menambahkan, pihaknya telah menjalin komunikasi dengan instansi terkait guna mempercepat penanganan permasalahan tersebut. Ia berharap para pemudik dapat merasakan perjalanan yang aman dan nyaman.

"Pak Kapolda sudah menyampaikan arahan kepada kami untuk segera berkoordinasi kepada PU, koordinasi kepada instansi terkait, supaya segera dibenahi. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah untuk bisa maksimal memberikan penerangan PJU yang di lokasi Pansela itu," jelas Raydian.


Editor : Ahmad Sayuti