Musrenbang 2026 Tanah Sareal, Mayoritas Ajuannya Pembangunan Fisik

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanah Sareal memfokuskan empat ajuan bidang fisik, sosial, pemerintahan dan ekonomi. Dengan mayoritas pembangunan fisik, pembangunan embung belakang Lottemart menjadi prioritas untuk didorong realisasinya. 

Musrenbang 2026 Tanah Sareal, Mayoritas Ajuannya Pembangunan Fisik
Camat Tanah Sareal Adhitya Bhuana Karana memaparkan, Musrenbang Kecamatan Tanah Sareal, ajuannya di bagi empat bidang yaitu bidang fisik, sosial, pemerintahan dan ekonomi. Ajuan tahun 2026 ini di dominasi kegiatan fisik, karena yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat adalah kegiatan pembangunan fisik. (rizki mauludi)

INILAHKORAN, Bogor - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanah Sareal memfokuskan empat ajuan bidang fisik, sosial, pemerintahan dan ekonomi. Dengan mayoritas pembangunan fisik, pembangunan embung belakang Lottemart menjadi prioritas untuk didorong realisasinya. 

Camat Tanah Sareal Adhitya Bhuana Karana memaparkan, Musrenbang Kecamatan Tanah Sareal, ajuannya di bagi empat bidang yaitu bidang fisik, sosial, pemerintahan dan ekonomi. Ajuan tahun 2026 ini di dominasi kegiatan fisik, karena yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat adalah kegiatan pembangunan fisik.

"Di sisi lain kalau pemerintah Tanah Sareal ada beberapa paska prioritas yang harus di dorong, seperti pembangunan embung di belakang Lottemart, itu menjadi konsen karena itu bisa berimbas ke kelurahan-kelurahan lain di hilir, seperti kelurahan Cibadak, Kelurahan Kayumanis, Kelurahan Mekar Wangi dan juga berimbas ke yang lainnya," jelas Adhitya saat Musrenbang Kecamatan Tanah Sareal, Rabu 22 Januari 2025.

Adhitya menjelaskan, untuk TPT di beberapa kawasan pinggir sungai Ciliwung itu menjadi pekerja rumah , tetapi harus di intervensi oleh skala yang lebih tinggi yaitu BBWS Ciliwung-Cisadane, sehingga tidak bisa lagi menjadi kewenangan daerah.

"Makanya itu masuk ke dalam berita acara, memang tidak menjadi usulan tetapi masuk ke dalam berita acara," jelasnya.

Sementara itu, Plh Wali Kota Bogor Hanafi memaparkan tugas pemerintah memberikan pelayanan ke masyarakat, arti sempit melayani administratif itu. Dalam arti Pemerintah menyusun program pemerintah, kebutuhan masyarakat dari bawah, dari RT dan RW sampai tingkat Kota Bogor sampai nasional. Pemerintah menyusun ini harus terdokumentasi dengan baik, isinya adalah pembangunan.

"Pembangunan apa yang harus di intervensi, tentu pembangunan fisik dan kedua pembangunan sosial. Harus output atau impact nya terasa oleh masyarakat. Sehingga mayoritas pembangunan fisik, tapi Pembangunan sosial tidak bisa dirasakan hari ini, pengaruhnya 20 sampai 30 tahun kedepan. Target 2045 Indonesia emas, sedikit banyak kita harus berikan kontribusi," paparnya.

Hanafi menjelaskan, pemerintah tingkat kecamatan harus menggandeng dunia usaha dan ajak stekholder berkolaborasi. Harus mendorong untuk bantu warga sekitarnya. Jadi berkolaborasi, tidak mungkin bisa cukup dengan APBD Kota Bogor. 

"Saat ini janji politik pasangan Wali Kota Bogor terpilih Dedie-Jenal akan dimasukkan di Perubahan APBD Perubahan 2025. Sesuai Permendagri nomor 12 bagi kepala daerah terpilih untuk masuk janji politik nya ke APBD," jelasnya.

Di tempat yang sama, anggota DPRD Kota Bogor Ahmad Aswandi menuturkan harapan dirinya dengan masyarakat tentunya sama, Musrenbang bukan hanya seremonial. 

"Tetapi bicara substansi mana yang skala prioritas dijalankan. Semoga Tanah Sareal semakin maju berkembang," terang politisi PPP itu.


Editor : Doni Ramdhani