Nabi Isa dalam Kacamata Yahudi, Nasrani, dan Islam
MANUSIA dalam memandang kelahiran Nabi Isa terbagi menjadi tiga:
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
MANUSIA dalam memandang kelahiran Nabi Isa terbagi menjadi tiga:
Pertama: Orang-orang Yahudi. Mereka menuduhnya sebagai anak zina, karena menurut mereka Maryam berzina dengan Yusuf an-Najjar.
Kedua: Orang-orang Nasrani. Mereka menganggap Isa sebagai anak Allah. Dan Maha Suci Allah dari yang demikian.
Ketiga: Orang-orang Islam. Mereka memuliakan Nabi Isa sebagai seorang nabi dan rasul. Namun tidak berlebih-lebihan terhadapnya, dengan mengimaninya sebagai hamba Allah.
Maryam pergi ke Betlehem. Saat sampai di sana ia berucap,
"Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan". (QS Maryam: 23).
Ia berharap seandainya mati, karena beratnya keadaan. Lalu Allah menghibur Maryam dengan,
"Maka menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu." (QS Maryam: 24-26).
Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang siapa yang menyeru Maryam dalam ayat ini. Said bin Jubair, adh-Dhahhak, Amr bin Maimun dll. menyatakan bahwa itu Jibril. Mujahid, al-Hasan, dll. menyatakan bahwa Nabi Isa berbicara kepada Maryam. Ia menghiburnya, Wahai Ibu, janganlah bersedih. Sang anak menunjukkan bahwa kelahirannya adalah mukjizat dan karunia dari Allah. Maryam pun menjadi tenang. [Nurfitri Hadi/kisahmuslim]
Editor : Bsafaat

