Nafkahkanlah Sebagian dari Rezekimu...
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling).
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
COBA kaji dari surat Yasin ini akan ditemukan lagi bahasan penting:
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Takutlah kamu akan siksa yang di hadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat", (niscaya mereka berpaling). Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Rabb mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya. Dan apabila dikatakakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata." (QS. Yasin: 45-47)
Penjelasan Ayat
Arti ittaqu, adalah berhati-hatilah, lalu jadikanlah antara diri kalian dan siksa itu penghalang. Arti maa bayna aydikum, adalah siksa yang ada pada umat sebelum kalian. Arti wa maa kholfakum, adalah siksa yang akan diberikan kepada mereka yang mendustakan hari kiamat.
Ada juga ulama yang mengatakan maa bayna aydikum (sesuatu di hadapan kita) adalah siksaan di akhirat, karena akhirat ada di hadapan kita. Sedangkan wa maa kholfakum (sesuatu di belakang kita) maknanya adalah siksaan di dunia karena dunia akan kita tinggalkan.
Ayat ini menerangkan bahwa orang musyrik dan yang mendustakan risalah Nabi dibuat takut dengan keadaan alam barzakh dan hari kiamat, dan juga dibuat takut dengan hukuman-hukuman yang diberikan di dunia. Ini supaya mereka berpaling dari siksa sebagai bentuk rahmat kepada mereka.
Disebutkan bahwa akan datang kepada mereka ayat yaitu tanda kekuasaan Allah, disandarkan kepada Allah menunjukkan sempurna dan begitu jelasnya. Tanda-tanda inilah yang menunjukkan begitu pedulinya Allah kepada hamba-Nya. Allah tunjukkan kepada hal yang bermanfaat bagi dunia dan agamanya. Tanda ini juga menunjukkan wahdaniyyah (keesaan) Allah, juga sebagai mukjizat.
Pada ayat ini diperintahkan untuk mengeluarkan rezeki yang telah Allah anugerahkan. Ini dikatakan kepada orang kafir, penentang, dan yang mengufuri keesaan Allah. Jika Allah kehendaki, Allah bisa merampas rezeki tersebut dari mereka. Orang-orang kafir lantas berkata kepada orang beriman, mereka berargumen dengan masyiah (kehendak Allah), "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan." Maksudnya, biarkan saja yang miskin tetap miskin. Jika Allah kehendaki kaya, pasti mereka akan kaya. Intinya mereka berkata demikian, sejatinya orang kafir itu pelit dan memang enggan membantu orang fakir dan miskin.
Disebutkan dalam ayat "tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata", ada dua pendapat dalam hal ini:
- Ini adalah perkataan orang kafir kepada orang beriman ketika mereka memerintahkan orang kafir untuk berinfak.
- Ini adalah perkataan Allah kepada orang kafir.
[baca lanjutan]
Sumber: Inilahcom
Editor : Bsafaat

