Naik 20%, Plastik Dominasi Lonjakan Sampah Lebaran di Kota Tasikmalaya

Volume sampah di Kota Tasikmalaya mengalami lonjakan signifikan selama momen Lebaran 2026. 

Naik 20%, Plastik Dominasi Lonjakan Sampah Lebaran di Kota Tasikmalaya
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya mencatat, lonjakan sampah mencapai 15 hingga 20 persen dibanding hari biasa, didominasi oleh sampah rumah tangga. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Volume sampah di Kota Tasikmalaya mengalami lonjakan signifikan selama momen Lebaran 2026. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya mencatat, lonjakan sampah mencapai 15 hingga 20 persen dibanding hari biasa, didominasi oleh sampah rumah tangga.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya Feri Arif Maulana mengatakan, lonjakan sampah itu mulai terlihat sejak H-7 Lebaran. Hal tersebut seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat menjelang hari raya.

“Untuk tahun ini saat Lebaran dan bulan puasa, peningkatan volume sampah sekitar 15 sampai 20 persen, umumnya sampah rumah tangga,” ujar Feri, Selasa 24 Maret 2026.

Menurutnya, lonjakan sampah berkaitan erat dengan meningkatnya jumlah penduduk sementara akibat arus mudik, serta kebutuhan konsumsi masyarakat yang lebih tinggi.

“Seiring arus mudik, sekitar H-7 sudah mulai peningkatan yang cukup signifikan, seiring dengan bertambahnya konsumsi untuk memenuhi kebutuhan Lebaran,” jelasnya.

Jenis sampah yang paling dominan, lanjut Feri, adalah sampah organik dan anorganik dari rumah tangga. Namun, secara kasat mata, sampah plastik mengalami peningkatan paling mencolok, terutama dari kemasan produk.

“Kalau plastik menunjukkan peningkatan, bekas bungkus produk. Saat malam takbir, sampah didominasi anorganik atau sampah kering di pusat perkotaan,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, DLH meningkatkan layanan pengangkutan sampah dengan menambah armada dan memberlakukan sistem lembur, terutama saat malam takbir.

Sebanyak 15 hingga 20 kendaraan roda tiga (cator) serta empat truk amrol dengan lima kontainer dikerahkan untuk mengangkut sampah di sejumlah titik.

“Alhamdulillah berjalan lancar, meski ada kendala keterbatasan SDM karena cuti bersama,” ucap Feri.

Adapun titik penumpukan sampah pasca Lebaran terpantau di sejumlah lokasi, seperti TPS Dadaha, TPS Pasar Lama, dan TPS Pasar Cikurubuk. Selain itu, terdapat pula titik pembuangan liar di Jalan Sutoko dan Jalan Witono.


Editor : Doni Ramdhani