Musim Hujan Picu Lonjakan Sampah Sungai di Kota Bandung, Didominasi Ranting dan Kayu
Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung belakangan turut memicu meningkatnya volume sampah di aliran sungai, terutama berupa ranting dan batang pohon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung belakangan turut memicu meningkatnya volume sampah di aliran sungai, terutama berupa ranting dan batang pohon yang terbawa arus.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto mengatakan, peningkatan tersebut terjadi cukup signifikan apabila jika dibandingkan dalam kondisi normal.
“Penanganan sampah sungai sudah dilakukan, termasuk pemasangan jaring sungai oleh DSDABM. Di beberapa titik seperti Cinambo, sudah ada unit pengelolaan sampah sungai atau UPT,” kata Darto, Sabtu (18/4/2026).
Dia menjelaskan, pada kondisi normal sebelum Musim Hujan. Rata-rata sampah sungai yang terangkut hanya sekitar 5 ton per hari, dan masih dapat ditangani dengan baik. Namun saat Musim Hujan, volumenya meningkat tajam terutama sampah organik besar seperti kayu dan ranting pohon.
“Kalau sebelumnya rata-rata 5 ton per hari. Saat Musim Hujan, bisa meningkat cukup signifikan terutama sampah kayu seperti ranting dan batang pohon,” ucapnya.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, pemerintah kota telah menyiapkan sejumlah langkah penanganan termasuk kerja sama lintas dinas. Khususnya dengan DPKP, apabila terjadi pohon tumbang yang berpotensi menjadi sampah di sungai.
“Sudah disiapkan solusi penanganan, termasuk kerja sama dengan dinas terkait seperti Dinas Pertamanan jika terjadi pohon tumbang,” ujar dia.
Selain itu, pemasangan jaring sungai juga terus dioptimalkan sebagai upaya pencegahan agar sampah tidak menyebar lebih jauh ke hilir. Namun, implementasinya masih dilakukan secara bertahap di beberapa titik aliran sungai di Kota Bandung.
Meski demikian, Darto menegaskan sumber sampah sungai tidak bisa dipastikan berasal dari satu titik saja mengingat karakter aliran sungai yang menghubungkan wilayah hulu hingga hilir.
“Kalau sumber pastinya sulit ditentukan, karena sistem sungai itu dari hulu sampai hilir. Yang jelas, di beberapa titik hilir memang sering terjadi penumpukan sampah,” tandasnya.***
Editor : JakaPermana


